Logo Header Antaranews Sumbar

Mantan Kapten Inggris Dukung Pangeran Yordan

Minggu, 11 Januari 2015 19:07 WIB
Image Print

Amman, (Antara/Reuters) - Mantan kapten tim nasional Inggris Ray Wilkins meyakini Pangeran Yordania Ali bin Al Hussein adalah orang yang tepat untuk membersihkan citra FIFA yang telah ternoda dan berharap sang pangeran dapat membalas dukungannya dalam persoalan sepak bola. Wilkins yang juga pelatih tim nasional Yordania telah berusaha keras selama empat bulan untuk bertanggung jawab dalam enam kekalahan dan sebuah seri dalam pertandingan persahabatan sebagai pembuka menuju Piala Asia. Sejumlah pihak, seperti dilaporkan Reuters, telah menuduh Wilkins dengan pandangan negatif karena hanya menghasilkan satu gol dalam lima kekalahan terakhir. Kekalahan tim nasional Yordania yang diasuh mantan gelandang Chelsea, Manchester United, dan AC Milan itu membuat gambaran tentang profil tinggi Wilkins runtuh. Profil tinggi Wilkins di salah satu negara Timur Tengah itu diperoleh dari penunjukkan Pangeran Ali yang menggemari sepak bola Inggris. Pangeran berusia 39 tahun yang juga Presiden Asosiasi Sepak Bola Jordania itu menarik Wilkins dan mempercayakan pelatihan tim nasional. Pangeran Yordania itu akan maju dalam persaingan sebagai presiden FIFA melawan petahana Sepp Blatter dan Jerome Champagne pada pemilihan Mei. "Saya telah terlibat dalam kegiatan Pangeran Ali selama lima bulan. Saya mendukungnya. Ini adalah waktunya Blatter mendapat tantangan dan menurut saya setiap orang di dunia sepak bola cukup senang ada seseorang yang akan berdiri dan menantang Blatter," kata pelatih berusia 58 tahun itu. "Ini pantas untuknya, itu benar untuk mengembalikan sepak bola dunia pada jalurnya dan dialah orangnya. Dia sangat positif, dia sangat lurus, dia melakukan apa yang dikatakannya," kata Wilkins yang memuji sang Pangeran Jornadia. Kerja keras dan hasrat Pangeran Ali untuk sukses berdampak pada sikapnya yang cenderung tidak menoleransi segala kekalahan. Namun, tim nasional Jordania yang dibanggakan Pangeran Ali harus mundur dari kualifikasi Piala Dunia 2014 setelah dikalahkan 0-5 oleh pesaing berat Uruguay. Meski cukup sukses dengan mengalahkan Jepang dan Australia, Wilkins akan menjadi salah satu pelatih Jordania yang "datang-dan-pergi" jika gagal maju dalam babak perempat dalam final Piala Asia. Harapan Wilkins agar Jordania mampu mengulangi prestasi dalam Piala Asia seperti pada 2004 dan 2011 tergantung pada kemampuan anak-anak asuhannya melawan Irak dalam laga pembuka Grup D pada Senin (12/1). Pangeran Ali dipastikan akan hadir dalam pertandingan itu untuk mencari suara dalam kompetisi pemilihan Presiden FIFA. Sedangkan Wilkins juga mencari peluang untuk tetap meyakinkan sang pangeran yang telah mempercayakan tim nasionalnya. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026