
Pelatih: Auckland City Kalah di Lapangan Tapi Menang Moral

Marrakech, (Antara/Reuters) - Pelatih Auckland City Ramon Tribulietx menyatakan bahwa timnya menang secara moral setelah mereka Rabu malam memaksa klub juara Amerika Selatan, San Lorenzo, bermain dengan tambahan waktu dan nyaris berhasil berhadapan dengan Real Madrid dalam laga Piala Dunia Klub. Klub Selandia Baru itu kalah di semi final 1-2, sehingga mengakhiri laju perjalanan mereka, setelah sebelumnya mengalahkan Moghreb Tetouan, juara nasional Maroko, serta juara Afrika ES Setif. San Lorenzo akan berhadapan dengan Real Madrid pada pertandingan final Sabtu di Marrakech. "Kami pemenang moral setelah menahan juara Amerika Selatan itu selama 90 menit dan bahkan berpeluang untuk memenanginya," kata Tribulietx kepada wartawan. "Kalah pada perpanjangan waktu merupakan kemenangan besar bagi kami selama kami menyadarinya itu merupakan suatu kebanggaan bagi kami dan kami akan mengingat ini sepanjang waktu," katanya. Tim Auckland dengan anggota dari berbagai kalangan, di antaranya mahasiswa zoology, pengacara, supir truk, pelatih dari klub papan bawah dan asisten pedagang retail, tapi Tribulitex mengatakan timnya tampil sebagai pemain profesional pada Rabu itu. "Kelihatannya kami seperti tim profesional saja. Kami dapat merebut bola mereka dan kami berhasil memainkannya," katanya. "Ini merupakan penampilan amat spektakular bagi kami. Ini merupakan buah dalam latihan dengan sabar dan hasil kerja keras oleh banyak orang," katanya. "Kami membuktikan dan menunjukkan bahwa kami dapat mengikuti kompetisi tingkat atas. Saya amat bangga," katanya. Auckland mengikuti kejuaraan Piala Dunia Klub untuk keenam kalinya, dan ini merupakan yang pertama kali mereka berhasil maju dari babak penyisihan awal, "Kami amat ingin maju dan tidak banyak orang yang menonton pertandingan sepak bola di Selandia Baru. Sulit menghidupkan minat orang untuk datang ke lapangan sepak bola di negara rugby ini," kata Tribulietx. "Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa dan ini semoga meningkatkan minat orang untuk datang mendukung ke lapangan di Selandia Baru," katanya. Pelatih San Lorenzo Edgardo Bauza setuju bahwa Auckland tampil hebat dan menyebabkan banyak masalah bagi timnya. "Saya tidak melihat apakah mereka amatir atau profesional, yang pasti mereka bertahan dengan bagus dan mereka memaksa tim saya bekerja keras dan mereka dapat menghalau beberapa kesempatan kami," katanya pelatih yang dikenal dengan julukan "Big Foot" itu. "Pertandingan amat sulit tapi kami berharap mendapat lawan seperi itu," kilahnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
