Logo Header Antaranews Sumbar

Mantan Pemimpin Pemberontak Chad Ditangkap di Afrika Tengah

Kamis, 11 Desember 2014 09:29 WIB
Image Print

Bangui, (Antara/AFP) - Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa di Republik Afrika Tengah Rabumenangkap mantan pemimpin pemberontak Chad yang telah lama menjadi duri dalam sisi baik Chad dan tetangga selatan yang dilanda perang tersebut. Abdel Kader Baba Ladde, pemimpin Front Rakyat untuk Pemulihan Chad (FPR), mengukir wilayah kekuasaan CAR utara setelah didorong keluar dari Chad pada tahun 2008, sesudah pemberontakan yang gagal. Dia ditangkap di Kabupaten Kabo, dekat perbatasan Chad, kataJuru bicara misi PBB MINUSCA Myriam Dessables kepada wartawan di ibu kota CAR, Bangui. "Baba Ladde memimpin sekelompok sekitar 40 orang bersenjata lengkap dan mencoba untuk menempatkan dirinya sebagai di luar mantan perwira Slka," kata sumber militer internasional kepada AFP, mengacu pada mantan pemberontak Slka sebagian besar Muslim CARyang pemimpin kesepakatan gencatan senjata dengan milisi Kristen saingan pada Juli setelah, beberapa bulan perang sektarian berdarah. MINUSCA mengatakan dalam satu pernyataan bahwa Baba Ladde ditangkap dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh pengadilan pidana di Bangui Mei. Perintah itu tidak mengatakan kejahatan apa yang ia tuduhkan. FPR telah dituduh menyerang warga sipil di CAR utara antara tahun 2008 dan 2012. Baba Ladde telah membantah bahwa gerakannya itu melindungi masyarakat Peul. Pada tahun 2012, CAR dan tentara Chad bergabung untuk mencoba menyirnakan pemberontak dari CAR utara. Baba Ladde melarikan diri dari ofensif. Pada perundingan yang ditengahi PBB tahun 2012 ia setuju untuk meletakkan senjata dan kembali ke Chad. Dia kemudian direhabilitasi oleh Presiden Idriss Deby Chad, yang mengangkat dia administrator wilayah Grande Sido selatan. Namun mantan pemimpin pemberontak itu segera jatuh lagi dengan pihak berwenang di NDjamena. Setelah kehilangan gelar prefeknya pada November, ia melarikan diri kembali melintasi perbatasan ke CAR. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026