Logo Header Antaranews Sumbar

Tim Tiongkok Tiba di Liberia untuk Bantu Klinik Ebola

Minggu, 16 November 2014 06:58 WIB
Image Print

Monrovia, (Antara/Reuters) - Sekitar 160 pekerja kesehatan Tiongkok Sabtu tiba di Liberia, di mana mereka akan bertugas sebagai staf klinik Ebola baru senilai 41 juta dolar AS itu. Tidak seperti kebanyakan intervensi asing lain, klinik itu dibangun dan sepenuhnya dikelola oleh para personel Tiongkok. Tiongkok, mitra dagang terbesar Afrika, telah datang dalam kecaman untuk tingkat respon terhadap krisis Ebola. Tetapi pihaknya mengatakan pekan ini pihaknya akan mengirim 1.000 personel untuk membantu memerangi wabah yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang di Afrika Barat itu. "Sampai sekarang di Liberia, Tiongkok adalah satu-satunya negara yang tidak hanya menyediakan pembangunan sebuah ETU (unit pengobatan Ebola, tetapi juga bekerja dan beroperasi serta mengirimkan staf untuk ETU," kata Duta Besar Tiongkok Zhang Yue kepada Reuters. Amerika Serikat telah berjanji menyumbang lebih banyak uang dan personil dari bangsa lain untuk melawan wabah terburuk Ebola pada catatan. Tetapi responnya didasarkan pada bangunan klinik danpelatihan-pelatihan lokal untuk menjalankannya. Yue mengatakan tim baru di Liberia termasuk campuran dokter,perawat, teknisi dan insinyur. "Mereka mengalami SARS (sindrom pernapasan akut parah). Mereka sangat luas di daerah ini," katanya, mengacu bahwa penyakit menular itu pertama kali diidentifikasi di Tiongkok pada 2002 dan membunuh beberapa ratus orang di seluruh dunia. Pada saat kedatangan, petugas kesehatan Tiongkok memeriksakan suhu tubuh mereka dan mengerjakan selalu untuk mencuci tangan mereka, ritual yang diadopsi di wilayah itu sebagai bagian dari upaya untuk membendung penyakit. Yue mengatakan pembentukan klinik di Liberia membawa kontribusi Beijing terhadap upaya anti-Ebola di negara itu mencapai 122 juta dolar AS. Sebelum janji Tiongkok untuk mengirim 1.000 personel, Kuba adalah kontributor terbesar dari kontingen medis untuk krisis ini. Kedua negara akan melihat tim mereka bekerja sama dengan Amerika Serikat, yang menyediakan banyak respon infrastruktur internasional. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026