
Poroshenko Berharap Capai Kompromi Pengiriman Gas Rusia Rabu

Kiev, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan kompromi mengenai pengiriman gas "kemungkinan besar" akan dicapai pada pembicaraan segitiga Rusia-Ukraina-Uni Eropa Rabu. "Saya perhatikan bahwa pada Rabu kita kemungkinan besar akan mencapai kompromi mengenai gas itu. Kami telah membuat kemajuan yang signifikan," kata Poroshenko pada saluran First National TV Ukraina Sabtu malam. Poroshenko mengingatkan bahwa Ukraina mengajukan gugatan kepada pengadilan arbitrase Stockholm meminta peninjauan kontrak gas dengan Rusia Gazprom. "Hanya pengadilan yang akan memberitahu seberapa besar utang dan berapa harga riil," kata Poroshenko. Poroshenko menambahkan bahwa Ukraina telah mencadangkan 3,1 miliar dolar AS untuk membayar hutang kepada Rusia jika kesepakatan tercapai. "Tidak ada yang meminta kami untuk membayar lebih dari 3,1 miliar dolar AS dan yang kita telah pesan dan akan kita bayar jika kesepakatan tercapai," kata Presiden Ukraina. Sengketa gas antara Rusia dan Ukraina menjadi sangat akut ketika raksasa energi Rusia Gazprom mengalihkan Kiev ke sistem prabayar untuk pasokan gas pada Juni atas utang gas Ukraina lebih dari lima miliar dolar AS. Pada September, Rusia dan Komisi Eropa mengusulkan apa yang disebut paket musim dingin, yang menurut Ukraina harus membayar 3,1 miliar dolar utang kepada Rusia pada akhir tahun dalam pertukaran untuk pengiriman gas selama periode musim dingin. Setelah pembicaraan trilateral Rusia-Ukraina-Uni Eropa di Brussels pada 21 Oktober, Ukraina menyetujui harga sementara sebesar 385 dolar AS per 1.000 meter kubik gas selama musim dingin. Rusia dan Ukraina diharapkan untuk mengadakan putaran akhir perundingan, dimediasi oleh Komisi Eropa, di Brussels pada 29 Oktober. Pada Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan harapan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri sengketa gas lama dengan Ukraina akan dicapai pada awal minggu depan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
