Logo Header Antaranews Sumbar

Pisang Berjantung Empat Tumbuh di Agam

Jumat, 17 Oktober 2014 19:57 WIB
Image Print
Salah seorang warga melihat pisang unik dari dekat

Lubukbasung, (Antara) - Pisang berjantung dan cabang tandan empat tumbuh di pekarangan warga di Perumahan Nuansa Griya Megatama Tahap Dua, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.Keberadaan pisang aneh milik Fahri (50) ini, menjadi tontonan oleh warga setempat, karena pisang memiliki tanda bercabang dan memiliki jantung empat."Saya sengaja datang ke sini dari Padang Baru Lubukbasung untuk melihat pisah unik ini, karena fenomena ini jarang ditemukan," kata salah seorang warga Afrida Sulastri (29) di Lubukbasung, Jumat (17/10).Dia mengatakan, informasi adanya pisang memiliki jantung empat ini diperoleh dari teman yang tinggal di perumahan itu. Setelah mendapatkan informasi, ia langsung melihat pisang aneh dari dekat."Saya mendapatkan informasi dari teman melalui BlackBerry Messenger (BBM) dan langsung menuju ke lokasi dengan jarak dari rumah sekitar dua kilometer," katanya.Sementara itu, kakak pemilik pisang Murni (55) mengatakan, semenjak pisang ini berbuah dan memiliki jantung empat, banyak warga Lubukbasung yang datang melihat pisang ini.Setiap harinya, tambah dia, sekitar 20 sampai 30 orang yang ke sana. Mereka datang ada secara berkelompok menggunakan mobil dan ada juga dengan sepeda motor."Mereka selain melihat secara dekat, juga mengabadikan dengan menggunakan telepon seluler mereka," kata Murni.Tandan pertama, kata dia, memiliki sebanyak tujuh sisir, tandan kedua, ketiga dan keempat memiliki lima sisir. Bibit pisang yang memiliki satu tandan dan pada tandan ini memiliki empat cabang tandan dan empat jantung, berasal dari Pariaman. Pisang ini ditanam pada tahun 2012.Sebelumnya, pisang ini juga pernah memiliki cabang tandan dua pada 2013. Saat ini, pisang ini sampai matang dan hasil panenya dibagi ke warga sekitar jalan Blok E Perumahan Nuansa Griya Megatama Tahap Dua.Sisanya dibagikan kepada tempat adiknya bekerja sebagai guru di STM 1 Tanjung Raya. "Hasil panen kami bagikan kepada warga sekitar dan teman tempat adik saya mengajar," katanya.Ia menambahkan, bibit pisang ini banyak diminta oleh warga sekitar. Saat ditanam, ada batang pisang memiliki cabang dua. "Saya tidak mengetahui lokasi pas tempat pisang itu. Ini informasi yang saya peroleh dari adik," katanya.Selama pisang melihatkan keanehan, pihak keluarganya tidak mendapatkan firasat apapun sampai sekarang. Namun ia bersyukur karena ini rahmat yang diterimanya dari Allah SWT. (**/ari/WIJ)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026