
Saham Tokyo Turun Setelah Aksi Jual di Eropa dan AS

Tokyo, (Antara/AFP) - Bursa saham Tokyo turun 2,35 persen pada pembukaan perdagangan Kamis, setelah aksi jual melanda pasar AS dan Eropa karena kekhawatiran atas perekonomian global dan penyebaran wabah Ebola. Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo kehilangan 354,43 poin menjadi berdiri di 14.719,09 dalam 15 menit pertama perdagangan. Dolar jatuh setelah data AS yang lemah tampak menunjukkan bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan suku bunga mendekati nol lebih lama daripada jadwal waktu pertengahan 2015 untuk kenaikan suku bunga yang telah diperkirakan. Dolar berada di 105,92 yen Kamis pagi, datar dari 105,91 yen di New York pada Rabu sore, tetapi turun tajam dari 107,33 yen di Tokyo pada Rabu pagi. Ketakutan mencengkeram investor setelah data ekonomi AS yang buruk menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS, di titik cerah saat ini, berada dalam perekonomian global yang rapuh, mungkin mengalah pada kesulitan zona euro dan perlambatan Tiongkok. Saham-saham Wall Street mengakhiri hari bergejolak di posisi merah, mengupas kerugian dari penurunan besar tengah hari. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 173,45 poin (1,06 persen) menjadi berakhir pada 16.141,74. Indeks saham unggulan (blue-chip) telah jatuh lebih dari 400 poin pada awal sesi. Pasar ekuitas di Inggris, Prancis dan Jerman ditutup lebih dari dua persen lebih rendah. Presiden AS Barack Obama mengadakan pertemuan krisis dengan para pembantu utama di Gedung Putih pada Rabu setelah infeksi Ebola kedua di AS didiagnosa di rumah sakit Texas, di mana seorang pria Liberia meninggal seminggu yang lalu. Dia menjanjikan respon yang "jauh lebih agresif" di dalam negeri untuk ancaman Ebola, dan bersikeras bahwa risiko wabah yang serius di wilayah AS adalah rendah. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
