
Republik Ceko Daftarkan Pasien Pertama Dugaan Ebola

Praha, (Antara/Xinhua-OANA) - Republik Ceko mendaftarkan kasus pertama dugaan Ebola, yaitu seorang pria Ceko yang kembali dari Liberia 22 hari sebelumnya, kata Pejabat Kepala Kesehatan Ceko Vladimir Valenta pada Kamis (9/10). Pria itu, yang berusia 56 tahun, menderita demam tapi tak ada gejalan lain Ebola, dan kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Na Bulovce di Praha, kata Valenta. "Karena sejauh ini gejalanya hanya demam, kami berharap itu mungkin adalah penyakit lain, misalnya, malaria," kata Valenta, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang. Ia menambahkan semua orang yang telah mengadakan kontak dengan pasien tersebut sejak ia pulang sedang diperiksa. Beberapa sumber rumah sakit mengatakan instalasi medis itu telah memeriksa lelaki tersebut dan hasilnya diperkirakan dikeluarkan pada Jumat. Pada September, para pejabat Dinas Kesehatan Ceko mengumumkan seorang mahasiswa dari Tanzania tak terserang Ebola. Sejak Maret, wabah Ebola di Afrika Barat telah menewaskan lebih dari 3.400 orang dan menyerang lebih dari 7.400 orang, demikian laporan paling akhir dari Organisasi Kesehatan Dunia. Gejala penyakit itu meliputi demam, nyeri otot, muntah dan pendarahan, dan mungkin berlangsung selama 21 hari setelah pajanan terhadap virus tersebut. Di Afrika Barat, wabah Ebola saat ini sudah menyerang lebih dari 8.033 orang dan merenggut lebih dari 3.879 jiwa. Wabah tersebut terus menyebar dengan cepat. Reaksi dunia belum bisa mengimbangi penyebaran Ebola, kata Presiden Sierra Leone di dalam pidato yang disampaikan melalui konferensi jarak jauh dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri para pejabat organisasi global. Pertemuan tersebut juga dihadiri pejabat dari lembaga kesehatan, serta organisasi non-pemerintah ditambah kepala negara Guinea, Liberia dan Sierra Leone dan diselenggarakan dengan tujuan menghimpun reaksi global guna menanggulangi wabah penyakit mematikan itu di ketiga negara Afrika Barat. Sementara itu Presiden Liberia menyatakan kebutuhan mendesak diperlukan untuk mengendalikan Eboma "dengan cara yang lebih tepat dan tegas". Masyarakat internasional pada Kamis (9/10) menyepakati tindakan cepat, dan menyatakan koordinasi diperlukan guna memerangi wabah Ebola, yang telah melanda tiga negara di Afrika Barat. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak ditingkatkannya sumber daya, dan mengatakan, "Antidosis terbaik bagi Ebola ialah reaksi cepat dan efektif." Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim juga menyerukan tindakan cepat guna mengendalikan dan menghentikan wabah Ebola. Bank Dunia telah meramalkan dampak keuangan regional dapat mencapai 32,6 miliar dolar AS sampai akhir 2015, jika penyakit tersebut tak segera dikendalikan di ketiga negara Afrika Barat. Penyakit itu, kata Bank Dunia, juga akan menyerang banyak orang di beberapa negara tetangga. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
