
Dolar AS Kembali Menguat di Asia

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar AS "rebound" atau berbalik naik di perdagangan Asia pada Rabu, setelah merosot dalam menanggapi pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Pada perdagangan sore di Tokyo, greenback menguat menjadi 108,50 yen dari 108,02 yen di New York, tetapi itu masih di bawah 108,57 yen di Tokyo pada Selasa pagi. Dolar telah mencapai tertinggi enam tahun di atas 110 yen pada pekan lalu. Kepala analis valas Daiwa Securities Yuji Kameoka mengatakan, dolar kemungkinan akan mengalami penurunan lain ke tingkat 106 yen, mengatakan kepada Dow Jones Newswires: "Dolar AS masih terlalu tinggi bila dibandingkan dengan pelemahan dalam imbal hasil saham dan obligasi." Euro melemah menjadi 1,2628 dolar dari 1,2667 dolar, sementara itu sedikit naik menjadi 137,00 yen terhadap 136,84 yen di New York. Para investor yang gelisah berpindah ke yen -- sebuah "safe haven" di saat ketidakpastian -- setelah IMF pada Selasa menurunkan estimasi pertumbuhan global 2014 menjadi 3,3 persen dari 3,4 persen pada Juli, dan memperingatkan stagnasi di negara-negara maju. IMF memperkirakan pertumbuhan 2015 sebesar 3,8 persen, terhadap proyeksi sebelumnya 4,0 persen. Laporan terbaru "World Economic Outlook" IMF menyoroti peningkatan risiko-risiko dari krisis di Ukraina, kesengsaraan yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan penyebaran wabah virus Ebola. Menambah gambaran suram, data terbaru pada Selasa menunjukkan produksi industri di Jerman, ekonomi terbesar zona euro, merosot 4,0 persen pada Agustus. Itu terjadi sehari setelah angka terpisah menunjukkan pesanan pabrik negara itu menyusut 5,7 persen pada bulan yang sama. Para investor kini menunggu rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pada September pada Rabu waktu setempat, untuk petunjuk tentang kapan bank sentral akan mulai menaikkan suku bunganya. "Risalah hari ini bisa menjadi penting dalam menentukan langkah dolar berikutnya, dan komentar lebih hawkish juga bisa menempatkan kembali momentum dalam beberapa penguatan greenback lebih lanjut," kata Credit Agricole. Sebagian besar dolar menguat terhadap mata uang Asia-Pasifik. Unit AS naik menjadi 1,2801 dolar Singapura dari 1,2774 dolar Singapura pada Selasa, menjadi 32,65 baht Thailand dari 32,58 baht, dan menjadi 1.073,75 won Korea Selatan dari 1.069,13 won. Dolar juga naik menjadi 12.259,00 rupiah Indonesia dari 12.198,50 rupiah, menjadi 61,49 rupee India dari 61,41 rupee, dan menjadi 44,82 peso Filipina dari 44,76 peso. Greenback datar di 30,43 dolar Taiwan. Sementara dolar Australia merosot menjadi 87,59 sen AS dari 87,60 sen AS dan yuan Tiongkok dibeli 17,68 yen terhadap 17,74 yen. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
