Logo Header Antaranews Sumbar

Menperin: Industri Pengolahan Non Migas Pacu Pertumbuhan

Senin, 17 Desember 2012 13:43 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Industri pengolahan non migas pada triwulan III 2012 tumbuh 7,3 persen dengan kontribusi terbesar sektor industri pengolahan sebesar 6,4 persen, yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. "Sampai triwulan III tahun ini, industri pengolahan non migas meningkat 7,3 persen dan industri pengolahan menjadi motor pertumbuhan utama serta berkontribusi 6,4 persen. Saat ini, sektor industri pengolahan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di dalam negeri," kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat pada acara konferensi pers akhir tahun di Jakarta, Senin. Meskipun ketidakpastian perekonomian dunia masih berlangsung, menurut Hidayat, kondisi perekonomian Indonesia tetap berjalan dengan pertumbuhan yang cukup tinggi. "Pada triwulan III 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6,2 persen dengan industri pengolahan menyumbang pertumbuhan 1,62 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran menyumbang 1,22 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi menyumbang 1,02 persen. Pertumbuhan ekonomi sangat didukung meningkatnya konsumsi masyarakat pada sektor industri pengolahan dan bertambahnya investasi di sektor industri," paparnya. Periode Januari sampai dengan September 2012, lanjut Hidayat, nilai investasi penanaman modal asing (PMA) pada industri non migas meningkat 65,9 persen dibandingkan realisasi yang sama tahun lalu. "Selama sembilan bulan pertama tahun ini, investasi PMA mencapai 8,6 miliar dolar AS, naik 65,9 persen dari periode tahun lalu akibat insentif pajak yang menarik dari pemerintah. Selain PMA, nilai investasi penanaman modal dalam negeri pada Januari hingga September 2012 mencapai Rp38,1 triliun, naik 40,19 persen dari periode tahun lalu," ujarnya. Hidayat menambahkan, hasil positif kinerja industri dapat dicapai karena adanya sinergi nasional yang positif. "Kinerja industri didukung melalu kebijakan pemberian insentif pengurangan pajak serta program hilirisasi pada sektor manufaktur nasional. Pemerintah juga mengembangkan program revitalisasi industri pupuk, gula dan klaster industri hilir kelapa sawit," katanya.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026