Logo Header Antaranews Sumbar

Ekuador Tolak Serangan Pimpinan Amerika Serikat di Suriah

Jumat, 26 September 2014 02:04 WIB
Image Print

Quito, (Antara/AFP) - Ekuador Rabu menolak serangan udara Amerika Serikat dan sekutu Arab-nya terhadap kelompok Negara Islam serta menyebutnya pelanggaran atas kedaulatan Suriah. "Tindakan mereka bertentangan dengan hak antarbangsa, karena tidak diakui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disahkan oleh Dewan Keamanan," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri. Ia menambahkan bahwa ketiadaan izin Damsyik membuat serangan itu pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan ancaman atas keutuhan wilayahnya. Pernyataan itu muncul sesudah Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbicara di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan upaya dunia untuk membongkar "jaringan maut" IS. Pada Selasa, Amerika Serikat dan gabungan sekutu Arab-nya melancarkan serangkaian serangan udara terhadap kelompok Negara Islam di Suriah, memperluas perang Washington, yang sebelumnya dilancarkan terhadap kelompok keras di Irak sejak 8 Agustus. Prancis juga ikut dalam serangan di Irak tersebut. "Sangat penting bahwa setiap tindakan tentara mendapatkan persetujuan tepat dari masyarakat dunia. Sejarah terkini mengajarkan kita bahwa langkah sepihak, serta melanggar hukum, memperburuk kegoyahan di wilayah itu," kata pemerintah Ekuador. Pesawat tempur Amerika Serikat dan Arab membomi kubu kelompok IS di Suriah pada Rabu, dengan beberapa serangan menyasar ladang minyak milik kelompok itu, kata pejabat Pentagon. "Saya memastikan bahwa pasukan mitra dan Arab melakukan serangan tambahan saat melawan teroris IS di Suriah," kata pernyataan sekretaris pers Laksamana John Kirby. "Gerakan sedang berlangsung, sehingga kami tidak akan memberikan rincian tambahan pada kali ini," katanya. Sarana perminyakan milik kelompok garis keras itu menjadi sasaran serangan, kata dua pejabat pertahanan Amerika Serikat, yang berbicara dengan syarat tak disebut namanya, kepada AFP. Kelompok garis keras IS memiliki sumber dana baik, karena merampas beberapa ladang minyak di Suriah dan menjual minyak mentah dengan harga murah melalui perantara di Turki, Irak, Iran dan Yordania. Perwira Amerika Serikat mengatakan pesawat tempur sejumlah negara menjatuhkan bom di kubu IS di Suriah. Pesawat Yordania melakukan serangan udara di Suriah, kata petugas itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026