Logo Header Antaranews Sumbar

Dahlan Siap Jadi Sosiopreneur Kembangkan Listrik Pedesaan

Kamis, 25 September 2014 20:11 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan siap menjadi seorang "sociopreneur" jika tidak lagi menjabat menteri pada periode 2014-2019 dengan mengembangkan tanaman Kaliandra sebagai bahan baku pembangkit listrik. "Saya sudah siap masuki bidang sociopreneur atau pengusaha yang menjalankan bisnis dengan membangun dan mengembangkan komunitas agar lebih berdaya tapi dikelola secara korporasi dan harus menguntungkan," kata Dahlan, di Jakarta, Kamis. Menurut Dahlan, salah satu obsesinya jika tidak lagi menjadi "pembantu" Presiden adalah bagaimana memberikan sumbangsih bagi negeri dengan mengaliri listrik pada daerah-daerah yang diperkirakan belum mendapat listrik dalam 10 tahun ke depan. "Saya sudah petakan daerah-daerah terpencil, terisolir yang belum ada listriknya dan belum akan teraliri listrik dalam jangka waktu lama," katanya. Untuk itu ujar Dahlan, ia akan mendidik setidaknya 30 orang anak muda untuk menekuni teknologi biomassa sehingga nantinya dapat disebar di daerah-daerah yang akan dikembangkan listriknya. Caranya, tambah mantan Dirut PLN ini, masyarakat di daerah tersebut diminta menanam pohon bernama Kaliandra Merah yang dikenal sebagai pohon energi karena hampir sama dengan batubara. "Jadi kalau pohon Kaliandra ditebang, dibakar itu nilai kalorinya sama dengan batubara dengan 4.000 kalori. Sesudah ditebang, pohon itu juga dengan cepat tumbuh kembali," ujarnya. Dalam waktu satu tahun, pohon Kaliandra sudah dapat ditebang untuk dijual kepada "sosioprenuer" sebagai bahan baku, sedangkan masyarakat memperoleh pendapatan. Kaliandra yang dalam bahasa latin disebut Calliandra Calothyrsus ini, juga dapat membuat tanah lebih subur karena terdapat bintil-bintil nitrogen. Dahlan menuturkan, pilihan menjadi "sociopreneur" sudah bulat dengan fokus pada sektor pertanian, sektor energi dan juga sektor peternakan. Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini menambahkan, bahwa kegiatan sosial yang dilakoninya harus menghasilkan uang. "Tapi uang itu tidak boleh dipakai. Hanya boleh digunakan untuk kegiatan sosial yang menghasilkan uang lagi. Jadi, terus bergulir untuk kegiatan sosial," tegasnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026