Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga Tentara Nato Tewas Pada Pemboman Bunuh Diri di Kabul

Rabu, 17 September 2014 06:28 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/AFP) - Seorang pembom bunuh diri Taliban menabrakkan mobil bermuatan bom ke konvoi NATO di Kabul, Selasa, memicu ledakan besar yang menewaskan dua warga Amerika dan seorang tentara Polandia serta melukai sedikitnya 13 warga sipil. Pasukan NATO memberi pertolongan pertama untuk kawan-kawan mereka yang berlumuran darah di samping kendaraan militer yang rusak, yang dilemparkan ke sisi jalan, sementara warga kota membawa orang-orang Afghanistan yang terluka ke rumah sakit. Serangan itu dilakukan selama pagi jam-jam sibuk lalu lintas di luar gedung Mahkamah Agung dan dekat kedutaan besar AS yang dijaga ketat, pada rute yang digunakan oleh konvoi NATO setiap hari. Seorang pejabat pertahanan di Washington menegaskan dua orang Amerika telah meninggal, tetapi tidak tidak menentukan apakah mereka adalah tentara atau warga sipil, sementara seorang juru bicara militer di Warsawa mengatakan satu tentara Polandia telah tewas. Salah satu orang pertama di tempat kejadian adalah Sayed Mustafa Saadat, 27, kapten tim rugby nasional Afghanistan, yang kembali dari latihan pagi. "Saya bergegas untuk membantu korban. Saya mengambil seorang pria lokal yang telah patah kaki dan terbakar dengan kondisi buruk," katanya kepada AFP. "Saya membawanya sampai ke rumah sakit, berjalan. Butuh waktu sekitar 10 menit, tetapi saya tidak tahu apakah dia selamat. " Juru bicara polisi Kabul Hashmat Stanakzai mengatakan, sedikitnya 13 warga sipil terluka dan 17 mobil rusak akibat bom mobil bunuh diri yang mengguncang gedung-gedung dan mengirim gumpalan asap tinggi di atas kota. Pasukan NATO kini berjumlah 41.000 tentara di Afghanistan, dengan sekitar 29.000 berasal dari AS dan hanya 300 dari Polandia. Semua prajurit tempur NATO akan menarik diri pada Desember setelah 13 tahun memerangi Taliban, dengan tindak lanjut misi sekitar 12.000 tentara akan ditinggalkan sampai 2015 untuk pelatihan dan dukungan tugas. Taliban dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui akun Twitternya. "Ledakan kuat menghancurkan satu kendaraan militer, menewaskan atau melukai sejumlah teroris Amerika," kata juru bicara Taliban Abdulqahar Balkhi. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026