Logo Header Antaranews Sumbar

Peru Hancurkan Landasan Pacu untuk Angkut Narkotika

Sabtu, 13 September 2014 22:06 WIB
Image Print

Rio Tambo, (Antara/Reuters) - Peru menghancurkan lebih dari 37 landasan pacu darurat di kawasan Amazon pekan ini, bagian usaha menghentikan sejumlah pesawat kecil menyelundupkan kokain dari negara penghasil terbesar kokain di dunia itu, kata perwira militer. Pasukan keamanan berencana menghancurkan 58 landasan khusus untuk penyelundupan narkotika pada Senin, kata Wakil Menteri Pertahanan Ivan Vega. Landasan-landasan pacu itu, yang dibangun di kawasan-kawasan terpencil di hutan, digunakan pesawat-pesawat kecil mengangkut puluhan ton kokain keluar dari Peru tiap tahun. Sebagian besar kargo kokain diterbangkan dari Peru ke Bolivia sebelum berakhir di Brazil, konsumen terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dan juga ke Eropa dan Asia. Jumlah kokain yang diselundupkan keluar Peru dengan pesawat kecil telah meningkat tajam setahun terakhir dan sekarang jumlahnya bertambah besar, menurut Peru dan AS. Antara 150 dan 100 ton kokain diselundupkan dari Peru dengan pesawat kecil tahun lalu, menurut perkiraan Washington. Di VRAEM, kawasan hutan belantara tanpa hukum tempat sebagian besar pohon koka Peru tumbuh, satu unit pasukan khusus meledakkan beberapa landasan pacu Kamis dengan dinamit, menimbulkan lubang-lubang sedalam 30 meter yang para pejabat harapkan pesawat tidak bisa mendarat. Landasan-landasan pacu tersebut, yang bisa sepanjang 600 meter dan kadangkala seperti sistem pengairan, dibangun oleh penduduk desa yang menyewakannya kepada para pedagang obat bius seharga 8.000 - 10.000 dolar per sekali penggunaan, menurut kepolisian Peru. Sebelum operasi pekan ini, Peru telah menghancurkan 60 landasan pacu yang digunakan untuk menyelundupkan tahun ini, kata Vega, seraya menambahkan bahwa pasukan keamanan harus meyakini landasan-landasan pacu yang sama tak dibangun lagi. "Kami mungkin menghancurkan landasan-landasan pacu, tapi warga setempat yang dibayar para pedagang obat bius akan membangun lagi sehingga penerbangan-penerbangan berlanjut," kata Vega dari distrik Rio Tambo di VRAEM. Presiden Peru Ollanta Humala mengatakan kepada kantor berita Reuters Juli bahwa dia ingin memulai satu program mencegat pesawat yang dicurigai menyelundupkan obat terlarang. Satu kebijakan serupa membantu menghentikan perdagangan obar bius lewat udara di masa lalu tetapi ditinggalkan pada 2001 ketika Peru secara tak sengaja menembak jatuh satu pesawat yang membawa para misionaris, membunuh seorang warga AS dan bayinya. Peristiwa tersebut menimbulkan kecaman internasional. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026