Logo Header Antaranews Sumbar

Demokrasi di Indonesia Terbagi Dua Kelompok

Selasa, 26 Agustus 2014 17:43 WIB
Image Print
Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari mengatakan, perkembangan demokrasi di Indonesia menghasilkan dua kelompok yang harus dikelola dengan baik, agar perkembangan demokratisasi di Tanah Air semakin baik. "Ada dua kelompok yang menyertai perkembangan demokrasi di Indonesia," kata Hajriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa. Ia memaparkan, kelompok pertama adalah kelompok optimistis yang mengatakan ada banyak perkembangan yang telah dicapai dalam sistem demokrasi Indonesia. Hal tersebut, lanjutnya, dapat terbukti dengan pesatnya kemajuan konstitusi di Indonesia dan juga dengan diakuinya hak asasi manusia dalam UUD 1945. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok pesimistis yang menilai bahwa gerakan demokratisasi di Indonesia semakin terpuruk. "Alasannya karena pemilu di Indonesia didominasi praktik transaksional yang melibatkan uang dalam jumlah sangat besar," ucapnya. Sebelumnya, Senator Amerika Serikat John McCain mengharapkan negara lain dapat meniru berjalannya proses demokrasi dengan baik seperti yang terjadi di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. "Kami berharap negara dan rakyat lainnya di dunia dapat mengikuti contoh ini (keberhasilan demokrasi di Indonesia)," kata Senator McCain, setelah menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/8). Senator McCain memuji proses pemilihan umum di Indonesia pada tahun 2014 ini yang dinilai berjalan dengan bebas dan adil ("free and fair") oleh pihak pengamat internasional. McCain memaparkan, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dapat hidup dalam keberadaan yang damai. Hal itu, ujar dia, diharapan dapat ditransmisikan ke bagian lainnya di dunia Muslim seperti beberapa negara di Timur Tengah. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026