Logo Header Antaranews Sumbar

Kota Lugansk Ukraina Diambang Malapetaka Kemanusiaan

Sabtu, 2 Agustus 2014 22:53 WIB
Image Print

Kiev, (Antara/AFP) - Pangkalan pemberontak Lugansk di Ukraina timur berada diambang malapetaka kemanusiaan, kata wali kota itu memperingatkan Sabtu, sementara pengepungan oleh pasukan pemerintah telah menyebabkan kota itu tanpa pasokan air, listrik dan pangan. Kota berpenduduk sekitar 420.000 jiwa, terbesar kedua yang dikuasai pemberontak setelah Donetsk, hampir setiap hari ditembaki yang menewaskan sejumlah warga sipil sementara militer Ukraina memperketat pengepungannya terhadap para petempur pro-Rusia yang bertahan di kota itu. "Apa yang terjadi di Lugansk sekarang ... adalah satu perang yang sesungguhnya yang telah menelan korban jiwa lebih dari 100 warga yang tidak bersalah," kata wali kota Sergiy Kravchenko dalam satu pernyataan. "Setelah beberapa bulan blokade dan penembakan yang tiada henti kota itu terlibat berada diambang malapetaka kemanusiaan." Direbut pemberontak April pada awal konflik yang kejam yang kini telah menewaskan lebih dari 1.150 orang, kota yang terketak dekat perbatasan Rusia itu kini tidak memiliki pasokan air dan listrik dan hubungan internet dan telepon putus, kata pemerintah kota itu. Pasokan bahan bakar minyak termasuk bagi badan urusan darurat, tidak ada dan persediaan pangan menipis karena sebagian besar toko tutup kecuali beberapa toko roti dan pedagang daging tutup karena pengiriman terhenti. Para pensiunan tidak dibayar bulan lalu dan karyawan berusaha untuk memperoleh gaji mereka sementara uang tidak ada. Para wartawan berusaha memasuki kota itu saat pertempuran memburuk,jalan-jalan besar yang banyak pohon kini sepi karena puluhan ribu warga kota itu diperkirakan telah mengungsi. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026