
Menlu Baru Inggris Tegaskan Posisi Soal Keanggotaan EU

(Antara/Reuters) - Menteri Luar Negeri baru Inggris, Philip Hammonds, menegaskan posisinya sejak dua tahun lalu bahwa jika Inggris tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dari perundingan ulang, negara itu akan meninggalkan Uni Eropa. Dalam sebuah wawancara dengan Andrew Marr dari BBC, Hammonds menekankan posisi sebelumnya bahwa jika Uni Eropa (UE) gagal melakukan perubahan dan tidak dapat menyepakati syarat-syarat baru bagi keanggotaan Inggris, ia lebih memilih untuk meninggalkan kelompok tersebut. "Kalau tidak ada perubahan sama sekali soal bagaimana Eropa dipimpin, tidak ada perubahan dalam keseimbangan kompetensi antara negara-negara dan Uni Eropa, tidak ada penyelesaian bagi tantangan soal bagaimana Eurozone bisa berhasil dan bisa berdampingan dengan non-Eurozone --yang Eropa tidak dapat lakukan untuk Inggris di masa depan, jadi harus ada perubahan, harus ada perundingan lagi." Hammonds mengatakan pemerintahnya akan menyerahkan keputusan kepada rakyat Inggris segera setelah adanya perundingan ulang dan perubahan substansial di Eropa yang memperhatikan kekhawatiran-kekhawatiran Inggris serta pentingnya Eropa dalam dunia yang modern. "Jadi, tugas saya sekarang adalah mendorong terciptanya perundingan kembali --untuk mempersiapkannya ... dalam waktu sembilan, 10 bulan mendatang...," kata Hammonds kepada BBC. Ia mengatakan dirinya akan memberikan rekomendasi kepada rakyat Inggris setelah perundingan ulang dilaksanakan. "Kita semua berada di pemerintahan di tempat yang sama di Eropa. Kita semua percaya bahwa status quo bukanlah cara yang dapat diterima untuk membawa Eropa di masa depan." Hammonds ditunjuk sebagai menteri luar negeri pada pekan lalu dalam perkembangan situasi yang mengejutkan. William Hague, menteri luar negeri Inggris yang sebelumnya menjabat dalam waktu empat tahun terakhir ini, secara sukarela turun dari jabatannya dan membuka jalan bagi Perdana Menteri David Cameron untuk menunjuk Hammonds sebagai pengganti. Cameron berjanji akan mencoba membentuk kembali hubungan Inggris dengan Uni Eropa jika ia terpilih lagi tahun depan sebelum rakyat memberikan suara mereka soal keanggotaan Inggris di EU. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
