
Obama-Cameron Bahas Situasi Dunia Melalui Telepon

Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden AS Barack Obama pada Ahad (13/7) berbicara dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron guna membahas situasi di Ukraina, Afghanistan dan Irak serta percakapan yang sedang berlangsung mengenai program nuklir Iran. Obama dan Cameron menyampaikan keprihatinan mengenai ketegangan yang meningkat dan kerusuhan yang berkecamuk di Ukraina Timur dan sepakat mengenai perlunya bagi Rusia untuk segera melakukan tindakan guna meredakan ketegangan, kata Gedung Putih dalam satu pernyataan. Kedua pemimpin itu sepakat Eropa dan Amerika Serikat mesti melakukan langkah terkoordinasi lebih jauh untuk menjatuhkan tebusan bagi Rusia jika Moskow tak melakukan tindakan segera ke arah diredakannya ketegangan, kata pernyataan tersebut. Mengenai Afghanistan, Obama dan Cameron menyambut baik kemajuan baru-baru ini ke arah diselesaikannya kebuntuan pemilihan umum dan sepakat untuk terus mendesak semua pihak agar mau memainkan peran konstruktif dan membantu ke arah peralihan kekuasaan secara damai dan demokratis di Afghanistan, katanya. Percekcokan mengenai pemilihan umum berakhir pada ahad, setelah dua hari pembicaraan gencar antara kedua calon yang bertikai dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang sedang berkunjung, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Kedua calon tersebut menyepakati pemeriksaan semua kertas suara yang diberikan selama babak kedua pemilihan presiden pada 14 Juni. Obama dan Cameron juga menyeru Iran agar melakukan tindakan yang perlu guna menjamin masyrakat internasional bahwa program nuklirnya semata-mata akan bertujuan damai dan kembali menegaskan komitmen mereka guna membuat kemajuan ke arah kesepakatan yang berkelanjutan. Mengenai Irak, kedua pemimpin itu sepakat untuk terus bekerjasama dengan semua pihak guna membentuk pemerintah yang melibatkan semua pihak dan dapat bekerja untuk meningkatkan kepentingan semua rakyat Irak, kata pernyataan tersebut. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
