
PM Australia Bantah Hubungan Dekat dengan Tokyo Cederai Tiongkok

Sydney, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Kamis mengatakan hubungan dekat Australia dan Tokyo tidak akan mencederai hubungan dengan Tiongkok, setelah kunjungan PM Jepang Shinzo Abe yang produktif dan berhasil. Selama dua hari kunjungan Abe -- pemimpin Jepang pertama yang berpidato di depan parlemen Australia, telah disepakati kerjasama perdagangan bebas termasuk saling berbagi teknologi pertahanan. Tiongkok adalah mitra dagang terbesar bagi Australia dan menahan diri untuk memberi tanggapan, meskipun media pemerintah mengecam pidato mengejutkan di depan parlemen tersebut. Selama pidato tersebut, ia memuji kegigihan kapal selam Jepang dalam Perang Dunia II. Abbott yang selama kunjungan Abe itu mengulang beberapa kali bahwa ada ruang bagi pengembangan hubungan bilateral dengan kedua negara, Jepang dan Tiongkok. "Yang saya maksud adalah, ketika memasuki masalah persahabatan internasional, ini bukan permainan kosong. Adalah memungkinan untuk meningkatkan persahabatan-persahabatan secara bersamaan," katanya menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan merusak hubungan dengan Tiongkok. "Kami ingin menjalin hubungan yang lebih baik dengan Jepang, dan saya kira kami bisa mencapainya, tetapi kami juga ingin membina hubungan yang lebih baik dengan Tiongkok." "Kami sedang mengarah pada kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok dan saya masih optimis bahwa kami akan berhasil. Kami ingin mempunyai hubungan baik dengan semua," ia menambahkan. Komentar Abott disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan bahwa Australia tidak takut menghadapi Tiongkok dengan menjaga aturan permainan dan perdamaian. "Tiongkok tidak menghargai kelemahan," katanya dalam wawancara dengan Sydney Morning Herald, Kamis. "Jadi bila sesuatu mempengaruhi kepentingan nasional kita, maka kita harus menunjukkan sikap dengan jelas." sikap tegas itu diperlihatkan bulan lalu ketika Canberra mendukung pernyataan Amerika Serikat yang menuduh Tiongkok melakukan aksi di Laut Tiongkok Timur dalam perseteruan sengketa wilayah yang bisa mengganggu stabilitas setemat. Bishop sendiri mendapat kemarahan dari Beijing, November lalu ketika ia memanggil duta besar Tingkok untuk Australia karena Tiongkok secara tiba-tiba mengumumkan identifikasi zona pertahanan di atas Laut Tiongkok Timur. Tiongkok yang marah pada saat itu mengatakan bahwa Australia "membahayakan kepercayaan hubungan bilateral." Abbott mengatakan komentar Bishop pada Kamis "hanya menekankan hal yang jamak bahwa setiap negara memiliki sikap." "Kadang negara-negara lain tidak sepakat, tetapi memungkinkan untuk menghargai ketidaksepahaman tanpa merugikan persahabatan," katanya. Abe meninggalkan Australia pada Kamis untuk melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini, negara di Pasifik yang muncul sebagai sumber energi bagi Jepang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
