Logo Header Antaranews Sumbar

"Lifting" 13 Kontraktor Ditargetkan 729.000 Barel/Hari

Rabu, 25 Juni 2014 14:00 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Pemerintah menargetkan produksi minyak mentah terjual atau "lifting" 13 kontraktor mencapai 729.000 barel per hari atau 89 persen dari asumsi APBN Perubahan 2014 sebesar 818.000 barel per hari. Dokumen Kementerian ESDM yang diperoleh di Jakarta, Rabu menyebutkan, untuk kontraktor lainnya direncanakan berproduksi 88.970 barel per hari atau 11 persen dari asumsi. Sesuai dokumen tersebut, PT Chevron Pacific Indonesia tetap menjadi kontraktor terbesar dengan target "lifting" dalam APBN Perubahan 2014 adalah 304.150 barel per hari. Disusul, PT Pertamina EP dengan produksi 127.420 barel per hari, Total E&P Indonesie 66.860 barel, PT Pertamina Hulu Energi Ofshore North West Java (PHE ONWJ) 39.790 barel, dan CNOOC SES Ltd 34.080 barel. Kemudian, Mobil Cepu Ltd 31.880 barel, ConocoPhillips Indonesia Ltd 27.090 barel per hari, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore 22.750 barel, dan Chevron Indonesia Company 19.910 barel. Urutan ke-10 adalah PetroChina International Jabung Ltd 14.960 barel per hari, PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu 14.600 barel, PT Medco E&P Indonesia Rimau 12.970 barel, dan Vico Indonesia-Sanga Sanga 12.970 barel. Untuk "lifting" gas bumi, sebanyak 11 kontraktor ditargetkan mencapai 1,037 juta barel per hari atau 85 persen dari target APBN Perubahan 2014 sebesar 1,224 juta barel. Total E&P Indonesie ditargetkan berproduksi paling besar yakni 283.060 barel setara minyak per hari, disusul BP Berau 169.240 barel, dan ConocoPhillips (Grissik) Ltd 170.050 barel. Lalu, PT Pertamina (Persero) ditargetkan 150.890 barel, Vico Indonesia 57.160 barel, ConocoPhillips Indonesia Ltd 52.010 barel, dan Kangean Energy Indonesia Ltd 45.770 barel. Selanjutnya, Premier Oil Natuna Sea BV 35.980 barel setara minyak per hari, PHE ONWJ 32.110 barel, PetroChina International (Jabung) Ltd 25.160 barel, dan Chevron Indonesia Company 15.770 barel. Sidang Paripurna DPR pada pekan lalu sudah mengesahkan RAPBN Perubahan 2014 menjadi UU dengan asumsi "lifting" minyak dipatok 818.00 barel per hari dan gas 1,224 juta barel per hari. Asumsi tersebut lebih rendah dibandingakan APBN 2014 yang ditetapkan minyak 870.000 barel per hari dan gas 1,24 juta barel per hari. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026