Logo Header Antaranews Sumbar

Marwan Jafar: Jokowi Berorientasi Implementatif

Selasa, 24 Juni 2014 13:20 WIB
Image Print

Pontianak, (Antara) - Ketua DPP PKB Marwan Jafar menilai kandidat presiden Joko Widodo lebih unggul dari pada Prabowo Subianto dalam debat capres ketiga, Minggu (22/6), karena Jokowi mampu menyampaikan visi misi secara mendetail dan punya orientasi implementatif. "Itu berbeda dengan Prabowo yang pernyataanya mengulang-ulang dan mengawang-awang, tidak membumi dan tidak jelas arahnya." Misalnya, Jokowi bilang soal perlindungan TKI, rekrutmen TKI dimulai dari daerah asalnya dulu. "Screening" seleksi dulu, jangan sampai ada TKI ilegal sehingga akan menyulitkan. Jokowi menenkankan perlindungan TKI penting, kata Marwan di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa. Marwan mencontohkan lagi terkait peranan kedubes Indonesia sebagai perwakilan diplomatik, baik secara politis maupun perekonomian. "Kedua, masalah dubes harus difungsikan juga untuk perdagangan, sehingga investasi pasar asing bisa masuk ke kita terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Commmity," tuturnya. Marwan juga menilai kubu Prabowo terlalu emosional, sehingga melupakab fakta terkait penjualan Indosat pada saat pemerintahan Presiden Megawati merupakan keputusan bersama yang telah mendapat persetujuan MPR dan DPR. "Sana (Prabowo) emosional dan penuh dendam. Indosat itu kan melalui Tap MPR dan itu adalah keputusan bersama, anggota MPR dan DPR. Ini tidak bisa disalahkan. Presiden hanya melaksanakan keputusan MPR. Saat itu krisis, orang kalau tinggal di luar negeri memang tidak akan mengerti soal ini. Tapi saya mengapresiasi komitmen Jokowi untuk beli kembali Indosat," tukasnya. Marwan mengatakan seharusnya Prabowo tidak mengungkit masa lalu karena nyatanya keputusan menjual Indosat bukan keputusan pribadi. Sementara itu, soal dukungan Jokowi atas atas kemerdekaan penuh Palestina dan keanggotaannya di PBB, menilai langkah tersebut tepat. "Itu bagian upaya perdamaian dunia karena Indonesia sebagai negar Muslim terbesar. Saya kira umat Islam di Indoneaia harus tahu soal ini sehingga tudingan SARA pada Jokowi tidak benar." Marwan juga menyampaikan kekecewaannya pada Prabowo karena jauh dari harapannya. "Prabowo jauh dari harapan, dikira paham pertahanan tapi tidak ada program yang visoner soal itu. Jokowi lebih visioner, mengenai diplomasi luar negeri. Salah satunya drones. Jadi juga meningkatkan security cyber kita," tuturnya. Marwan mengatakan Jokowi yang selama ini dianggap tudak tegas justru bersikap sangat tegas dengan menyatakan siapapun yang mengganggu dan ingin melakukan aneksasi terhadap wilayah NKRI akan dilawan. Marwan Jafar mendampingi Jokowi saat melakukan silaturahmi dengan kiai se-Kalbar. Target pemenangan Jokowi-JK sendiri di Kalbar 72 persen dengan indikator hasil debat caprea ketiga di mana, menurut Gubernur Cornelis para pemilih banyak yang beralih mendukung Jokowi-JK setelah mendengar jawaban Jokowi yang cerdas dan semakin menguasai masalah. Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua calon pasangan capres dan cawapres, yaitu Prabowo Subiyanto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026