
Polisi: Ledakan Hantam Pipa Gas Penting Ukraina

Kiev, (Antara/AFP) - Satu ledakan menghantam pipa gas penting Ukraina, Kamis, yang digunakan untuk mengangkut gas alam Rusia ke klien Eropa, kata para pejabat polisi Ukraina. Pipa gas Urengoi-Pomary-Uzhgorod, juga dikenal sebagai Trans-Siberia Pipeline, rusak di wilayah timur laut Lokhvytsia, kata kantor kepolisian setempat, dan menambahkan bahwa tidak ada yang tampaknya terluka dalam insiden tersebut. Perusahaan transportasi gas negara Ukraina, Ukrtransgaz, mengatakan ledakan itu tidak tampak untuk mempengaruhi aliran gas Rusia ke arah barat. Layanan darurat negara bagian itu mengatakan, ledakan tersebut tampaknya diakibatkan oleh baik tusukan atau hilangnya tekanan di salah satu segel pipa tersebut. Ia menambahkan bahwa dua ledakan kecil mendahului kebocoran gas, yang menghasilkan 30 meter (100 kaki) api. Jaringan sepanjang 4.500 kilometer (2.800 mil) yang menghubungkan ladang-ladang gas dengan Ukraina Barat dengan barat Rusia dan klien Eropah tengah. Seksi pipa Rusia dioperasikan oleh raksasa energi dikelola negaraGazprom, dan segmen Ukraina oleh Ukrtransgaz. Sebelumnya, satu delegasi Ukraina, Selasa, melakukan perjalanan ke Budapest dalam upaya merayu perusahaan-perusahaan Eropa untuk menjual gas mereka, kata kelompok Naftogaz milik negara Senin, setelah Moskow memangkas pasokan ke Kiev. "Perusahaan-perusahaan Eropa siap untuk memberikan gas ke Ukraina. Mereka telah menawarkan gas pada harga yang baik dengan 320 dolar AS" per 1.000 meter kubik, kata kepala eksekutif NaftogazAndriy Kobolev, menurut situs web pemerintah. Kobolev menambahkan bahwa Naftogaz sudah menjadi klien kelompok Jerman RWE dan perusahaan Prancis Gaz de France. "Kami juga memiliki penawaran yang datang dari perusahaan-perusahaan yang sama besar lainnya," katanya. Kepala eksekutif dari raksasa energi Rusia Gazprom mengatakan bahwa hal itu akan ilegal bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk menjual impor gas dari Rusia ke Ukraina. Perusahaan-perusahaan Eropa "tidak memiliki hak untuk melakukan itu," katanya kepada kantor berita Rusia, Ria Novosti. Ukraina menerima setengah gas dari Rusia dan mengangkut 15 persen dari bahan bakar yang dikonsumsi di Eropa. Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk menyebut langkah itu sebagai "tahap lain dari agresi Rusia terhadap negara Ukraina". Yatsenyuk mengatakan menjelang pemutusan bahwa Ukraina akan mendiversifikasikan sumber energinya dengan membeli gas dari Polandia, Hungaria dan Slovakia. Rusia telah menaikkan harga gas sampai 485 dolar AS dari 268 dolar per 1.000 meter kubik setelah presiden Ukraina pro-Rusia Viktor Yanukovych digulingkan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
