Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Rusia Berlatih Siap-Tempur dengan Rudal S-300 di Baltik

Sabtu, 14 Juni 2014 10:17 WIB
Image Print

Moskow, (Antara/Reuters/AFP) - Pasukan militer Rusia Jumat berlatih untuk mengatur serangan rudal dari permukaan-ke-udara dalam posisi siap-tembak pada pelatihan di eksklave Baltik, Kaliningrad, kata kementerian pertahanan, sebagai bagian dari respon pelatihan NATO di wilayah tersebut. Rusia mulai melakukan pelatihan militer di Kaliningrad pekan ini setelah sekutu NATO meluncurkan pelatihan di beberapa bagian Eropa Timur setelah aneksasi Moskow terhadap Krimea dan pemberontakan separatis pro-Rusia di Ukraina timur. Para petempur NATO yang menjaga negara-negara Baltik - Estonia, Lithuania dan Latvia - melakukan pengejaran empat kali pada Kamis untuk mengidentifikasi pesawat militer Rusia ke dekat wilayah udara Latvia, kata tentara Latvia. Rudal canggih S-300 yang digunakan dalam pelatihan Jumat yang memiliki jangkauan 125 mil (200 kilometer) dan Rusia telah memicu ketegangan dengan Barat dengan mencoba untuk menjual sistem kepada negara-negara Timur Tengah, termasuk Suriah. Sebelumnya, Senin, NATO meluncurkan salah satu manuver militer terbesar di negara-negara Baltik sejak ketegangan dibubuhi tetangga Rusia dengan aneksasi terhadap semenanjung Krimea, Ukraina. Sekitar 4.700 tentara dan 800 kendaraan militer dari 10 negara termasuk Inggris, Kanada dan Amerika Serikat berpartisipasi dalam pelatihan "Sabre Strike" di dekat ibu kota Latvia Riga. Rusia telah menyuarakan keberatan terhadap manuver itu, yang pindah ke tetangga Lithuania Selasa. Pelatihan-pelatihan terjadi saat Moskow Maret menganeksasi Krimea dan pamer kekuatan senjata di eksklave Rusia Kaliningrad telah memicu ketakutan di tetangga Baltik. Estonia, Latvia dan Lithuania adalah republik Soviet sampairuntuhnya Uni Soviet 1990-1991. Mereka bergabung dengan NATO dan Uni Eropa pada tahun 2004. "Latihan ini sangat penting mengingat situasi keamanan saat ini," kata Menteri Pertahanan Latvia, Raimonds Vejonis, kepada wartawan, mengutip krisis Ukraina. Rusia cepat untuk mencap pelatihan militer itu "tindakan agresi," menurut kantor berita Interfax. "Kita tidak bisa mengambil penumpukan militer ini dengan aliansi sebelah perbatasan Rusia sebagai sesuatu, tetapi berniat demonstrasi bermusuhan," kata Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Vladimir Titov, kepada Interfax. "Penggelaran pasukan ekstra NATO di Eropa Tengah dan Timur, bahkan secara rotasi merupakan pelanggaran terhadap perjanjian Rusia dengan aliansi." Latihan ini diselenggarakan di negara-negara Baltik dari 9-20 Juni. Denmark, Finlandia dan Polandia adalah salah satu anggota NATO lain yang terlibat dalam pelatihan itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026