Logo Header Antaranews Sumbar

Lavrov Kecam Kebijakan Rusia Uni Eropa dan Perluasan Nato

Selasa, 10 Juni 2014 06:55 WIB
Image Print

Turku, Finlandia, (Antara/AFP) - Rusia Senin menuduh Uni Eropa menekan Bulgaria untuk menangguhkan pekerjaan penting pipa gas yang didukung Kremlin, dan mengatakan ekspansi ke timur oleh NATO adalah "kontraproduktif". Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, langkah negara anggota Uni Eropa, Bulgaria, menghentikan pekerjaan pipa gas South Stream menyarankan blok itu membalas dendamatas krisis Ukraina. "Tidak jelas apa yang mereka inginkan dari kita. Menurut pendapat saya, di Ukraina kita sudah melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menenangkan situasi," kata Lavrov, setelah pembicaraan dengan timpalannya dari Finlandia Erkki Tuomioja di Turku. "Kadang-kadang, Brussels dipandu oleh keinginan untuk menghukum, keinginan untuk melakukan balas dendam," kata Lavrov. "Sejauh kebijakan Uni Eropa atas Rusia memprihatinkan saya, tidak berpikir seseorang dapat menemukan setiap politisi yang serius yang akan menyebut mereka secara konstruktif." Lavrov juga mengkritik keputusan NATO pekan lalu untuk meningkatkan keamanan di Eropa Timur. "Upaya buatan untuk melanjutkan ekspansi NATO ke timur dan arah lainnya, untuk terus menggerakkan infrastruktur militer sehingga lebih dekat ke arah perbatasan, termasuk perbatasan Rusia. "Upaya buatan untuk melanjutkan NATO ekspansi ke timur dan arah lainnya, untuk terus bergerak dengan infrastruktur militer lebih dekat ke arah perbatasan, termasuk perbatasan Rusia, jelas itu kontraproduktif dan bertentangan dengan kewajiban negara bagi anggota NATO yang telah diambil pada sendiri," katanya. lebih jelas, untuk kontra-produktif dan bertentangan dengan anggota kewajiban negara, yang anggota NATO ambil padasendiri," katanya. Diplomat top Rusia mengatakan, Uni Eropa harus berhenti menekan Ukraina untuk memilih antara Rusia dan Barat, dan mengatakan ketiga pihak harus menemukan cara untuk bekerja sama dalam format tiga arah. "Kami masih percaya itu, dan akan menjadi cara yang ideal ke depan," kata Lavrov. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026