
34 Gerilyawan Taliban Tewas dalam Serangan di Afghanistan

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Urusan Dalam Negeri Afghanistan pada Selasa menyatakan pasukan keamanan negeri itu telah menewaskan 34 gerilyawan Taliban dalam serangkaian operasi militer sejak Senin pagi (2/6). "Sebanyak 34 gerilyawan Taliban telah tewas dan lima gerilyawan lagi cedera ketika Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) melancarkan beberapa operasi pembersihan di Provinsi Nangarhar, Baghlan, Sari Pul, Balkh, Uruzgan dan Helmand dalam waktu 24 jam terakhiri ini," kata Kementerian tersebut di dalam satu pernyataan yang memberi perbaikan mengenai operasi harian. ANSF juga menyita senjata, kata pernyataan itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Namun pernyataan tersebut tak memberi keterangan mengenai korban jiwa di pihak pasukan keamanan. Kerusuhan pimpinan Taliban berlanjut di Afghanistan. Pasukan keamanan telah melancarkan operasi pembersihan gerilyawan di berbagai provinsi yang bergolak. Taliban membalas dengan pemboman dan serangan bersenjata. Pada Senin, tujuh orang tewas dalam dua serangan bom bunuh diri Taliban di tempat lain di negeri itu. Pada hari yang sama seorang pekerja sosial India diculik oleh beberapa pria tak dikenal di Provinsi Herat, Afghanistan Barat, kata para pejabat lokal dan Kementerian Luar Negeri India. Sayed Fazlullah Wahidy, Gubernur Provinsi Herat, mengatakan pekerja sosial itu diculik pada Senin petang. Ia menambahkan, "Polisi telah mulai melakuan operasi pencarian terhadapnya." Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasikan peristiwa itu, sementara Juru Bicara Sayed Akbaruddi menulis di Twitter, "Warga India yang bekerja pada satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Provinsi Herat, Afghanistan, telah diculik." Misi India sedang "menangani masalah itu dengan pihak berwenang lokal", tambahnya. Organisasi non-pemerintah itu, Jesuit Refugee Service, menyatakan bahwa Prem Kumar diculik ketika sedang mengunjungi satu sekolah di Desa Sihadat, Provinsi Herat. "Ia diculik ketika akan pulang," kata James Stapleton, Koordinator Komunikasi Internasional Organisasi itu. Kumar telah bekerja di Afghanistan selama empat tahun belakangan ini, dan memegang jabatan Direktur untuk negara itu. Penculikan itu terjadi setelah satu serangan terhadap Konsulat India di Herat 23 Mei oleh empat pria bersenjata berat yang kemudian dihalau oleh pasukan keamanan. Serangan terhadap konsulat itu adalah terbaru dari satu rangkaian panjang serangan terhadap sasaran-sasaran India di Afghanistan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
