
BEI Resmi Mencatatkan Saham Perdana Link Net

Jakarta, (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana PT Link Net Tbk (LINK) sebagai emiten ke-12 pada tahun ini. "Dengan telah berubahnya status perseroan menjadi perusahaan terbuka, prinsip tata kelola perusahaan yang baik harus terus ditingkatkan dan juga harus memenuhi peraturan industri keuangan, pasar modal yang berlaku," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Jakarta, Senin. Ia mengatakan bahwa saham PT Link Net Tbk. dapat menambah semarak transaksi saham di bursa Efek Indonesia dan menjadi koleksi pelaku pasar saham serta mendorong kapitalisasi pasar modal Indonesia. Hoesen menambahkan bahwa saat ini total perusahaan tercatat di BEI sebanyak 495 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp4.860,47 triliun. Menurut Hoesen, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI yang mencatatkan kinerja posiif pada tahun ini dapat mendorong minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO). Menurut data BEI, IHSG BEI mencatatkan kinerja tertinggi di sepanjang tahun ini yakni sebesar 14,50 persen, diikuti bursa India sebesar 14,34 persen. Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Link Net Tbk. Dicky S. Moechtar mengatakan bahwa resminya perseroan menjadi perusahaan publik maka pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja. Ia mengemukakan bahwa perseroan mengincar penambahan jaringan kabel rumah tangga baru hingga 500.000 di wilayah Jakarta. Saat ini, perseroan telah memiliki kabel terpasang sebanyak 1,2 juta rumah tangga. "Diharapkan, kinerja perseroan disambut positif investor dan mendorong harga saham meningkat," katanya. Sementara itu, saham perdana Link Net Tbk. (LINK) dibuka menguat sekitar 25 persen menjadi Rp2.000 per lembar saham dibanding harga perdana Rp1.600 per lembar saham. Melalui aksi IPO itu, perseroan melepas sebanyak 304.265.000 atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Link Net meraup dana dari hasil IPO sebesar Rp486,82 miliar. Dana hasil IPO itu akan digunakan untuk pengembangan layanan internet, pengembangan konten dan distribusi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
