Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menyampaikan takjil yang dijual pedagang di daerah itu aman konsumsi karena berdasarkan pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang makanan dan minuman yang dijajakan memenuhi syarat untuk dikonsumsi.
"Dari beberapa sampel makanan dan minuman yang kami lihat di Pasar Pabukoan Kurai Taji serta kawasan kuliner Desa Kampung Baru, alhamdulillah masih aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Selasa.
Ia mengatakan Pemkot Pariaman bersama BBPOM di Padang pada Senin kemarin telah melaksanakan inspeksi mendadak terhadap pedagang takjil di Pariaman khususnya dua lokasi tersebut.
Ia menyampaikan BBPOM mengambil sampel takjil yang dicurigai mengandung zat kimia berbahaya untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium yang hasilnya jajanan yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Ia menjelaskan inspeksi tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk memastikan keamanan takjil yang dijual pedagang bebas dari zat kimia berbahaya di antaranya formalin dan boraks.
"Pemeriksaan dilakukan supaya masyarakat Kota Pariaman terhindar dari makanan-makanan berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan," katanya.
Kegiatan tersebut, lanjutnya dilakukan karena pemerintah melihat banyak makanan dan minuman yang dijual pedagang tidak sesuai dengan warna dan tekstur aslinya di antaranya minuman warnanya mencolok dan makanan menjadi kenyal seperti karet.
Terpisah, Kepala BBPOM di Padang Martin Suhendri menyebutkan ada 60 sampel makanan dan minuman yanh diuji di laboratorium yang hasilnya disampaikan pihaknya kepada pemerintah setempat.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya dapat menjadi konsumen yang pintar dan cerdas, jangan sampai membeli takjil yang dapat membahayakan kesehatan," ujarnya.
Ia meminta pedagang untuk tidak menggunakan bahan kimia berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan bagi yang mengonsumsinya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat membuka dua Pasar Pabukoan selama Ramadan 1447 Hijriyah guna mempermudah masyarakat mendapatkan takjil untuk berbuka puasa baik berupa makanan maupun minuman yang aman dikonsumsi.
"Untuk Pasar Pabukoan pada prinsipnya sama dengan tahun lalu, lokasinya di kawasan Pasar Rakyat Pariaman dan Pasar Kurai Taji," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Pariaman Ahadi Nugraha di Pariaman.
Ia mengatakan jumlah pedagang yang berjualan di pasar tersebut sekitar 32 pelaku UMKM dengan rincian 15 pelaku usaha di parkiran Pasar Rakyat Pariaman dan 17 pelaku usaha di parkiran Pasar Kurai Taji.