Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat mengusulkan pembangunan pusat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) gambir nasional kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

"Pengusulan pusat iptek gambir ke Kemendiktisaintek ini karena kita membutuhkan science techno park khusus gambir," kata Rektor UNAND Efa Yonnedi di Kota Padang, Senin.

Pengusulan ini dilatarbelakangi sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia berasal dari Indonesia khususnya dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar.

Efa mengatakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi di tanah air untuk membentuk pusat unggulan masing-masing kampus. UNAND melihat gambir sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor yang harus memiliki pusat iptek tersendiri.

Pusat iptek gambir tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana penelitian, tetapi juga mencakup program hilirisasi produk, pendidikan tentang gambir, hingga pengembangan nilai ekonomis tanaman bernama latin uncaria tersebut.

"Jadi, nanti pusat iptek gambir ini akan menjadi center of excellence riset-riset gambir," ujar Efa.

Ia optimistis pengusulan itu dapat terwujud mengingat perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa tersebut memiliki riset yang cukup panjang dan mendalam tentang gambir. Bahkan, hingga saat ini tercatat setidaknya terdapat 60 paten tentang gambir.

Secara tidak langsung pusat iptek gambir ini akan menjadi wadah bagi pemerintah untuk memaksimalkan program hilirisasi sekaligus memutus mata rantai ekspor ke negara-negara Asia Selatan.

UNAND berharap langkah ini dapat membantu program hilirisasi gambir nasional yang berdampak pada peningkatan serta kesejahteraan petani. Apalagi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumbar membangun pabrik gambir.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNAND usulkan pembangunan pusat iptek gambir nasional

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026