Jakarta (ANTARA) - Kemacetan lalu lintas yang parah saat banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis, disebabkan banyaknya sepeda motor yang melawan arus.
"Yang bikin macet karena motor banyak melawan arah," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Barat Kompol Natasha Yudhasoka saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Menurut Natasha, para pengendara roda dua melawan arus untuk menghindari banjir. Namun nyatanya, dua jalur Jalan Daan Mogot sama-sama tergenang dan bisa dilintasi.
"Menghindari banjir, padahal dari dua sisi pun sama banjir dan bisa dilalui semua," kata Natasha.
Hingga kini, kata dia, kendaraan roda dua sudah bisa melintas. "Sudah kami cairkan (mengurai kemacetan), (arus kendaraan) sudah mengalir. (Sepeda motor) Sudah bisa melintas," katanya.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak Rabu (28/1) malam hingga Kamis dini hari menyebabkan Kali Mookervart meluap.
Banjir pun menggenang di kedua jalur, baik dari arah Cengkareng menuju Grogol dekat Samsat Jakarta Barat, maupun sebaliknya, dari arah Grogol menuju Cengkareng.
Genangan setinggi 30 sentimeter (cm) merendam area dekat Halte Jembatan Gantung, sementara di sekitar Halte Transjakarta Taman Kota, ketinggian air mencapai 15 cm.
Akibat genangan tersebut, kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus menghindari sisi jalan terdalam. Namun karena ramainya volume kendaraan, terjadi penumpukan di lajur yang lebih rendah.
Terutama di depan Apartemen Victoria, pemotor beramai-ramai melawan arus dengan mengambil jalur busway arah Grogol.
Di jalur sebelahnya, antrean kendaraan telah memanjang sekitar 5,5 kilometer (km) dari Halte Pulo Nangka hingga area dekat Gedung Mayora, Kalideres.
Kemacetan parah juga terjadi di perempatan lampu merah Cengkareng sehingga banyak pemotor memilih untuk berputar balik hingga melawan arah dan mencari jalur alternatif.
Kondisi tersebut mengakibatkan lalu lintas lumpuh dan kendaraan tidak dapat bergerak sama sekali.