Parik Malintang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan semua jenis bencana yang ada di Indonesia ada di Sumatera Barat (Sumbar) sehingga diperlukan kerjasama semua pihak dalam penanggulangannya. 

"Provinsi yang kita cintai ini (Sumbar) adalah provinsi yang rawan bencana," kata Sekretaris Utama BNPB Rustian saat sambutan pada peresmian tiga jembatan yang perbaikannya dari BNPB dan pembangunan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana, Kecamatan Patamuan, Senin.

Ia mengatakan pihaknya setiap tahun pasti menerima laporan banjir dan longsor di Sumbar ketika memasuki musim penghujan kemudian ketika memasuki musim kemarau daerah itu mengalami kekeringan dan kebakaran lahan. 

Bencana tersebut tidak sebatas tersebut, Sumbar juga sering mengalami gempa baik yang sifatnya tektonik maupun vulkanik, gunu melutus, kemudian pohon tumbang serta abrasi sungai dan pantai.

Ia menyampaikan untuk menangani bencana tersebut tidak saja dapat dilakukan oleh pemerintah namun harus bersama-sama mulai dari akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. 

"Komunitas ini penting, baik dia terdaftar maupun tidak terdaftar secara lokal, nasional maupun internasional yang penting dia bersama-sama dalam penanganan bencana," katanya. 

Media, lanjutnya sebagai pihak yang dapat menyampaikan apa yang telah diperbuat oleh pentahelik lainnya dalam menanggulangi bencana. 

Rustian juga mengatakan terkait dengan Indonesia saat ini memasuki musim penghujan. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna terhindar dari banjir dan longsor. 

"BPBD (Badan Penanggulan Bencana Daerah) sudah mengimbau masyarakat yang tinggal di jalur sungai diminta waspada banjir," ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan pihaknya telah mengintruksikan jajarannya untuk siap siaga guna mengantisipasi bencana yang terjadi. 

"Anggota BPBD, Satpol-PP dan Damkar serta lainnya telah saya perintahkan untuk siap siaga memberikan pertolongan," tambahnya. 


Pewarta : Aadiaat MS
Editor :
Copyright © ANTARA 2026