Agam (ANTARA) - Dalam upaya BPJS Kesehatan dalam mendekatkan layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus ke kantor. Kantor BPJS Bukittinggi gelar BPJS Keliling ke Nagari (Desa) Gadut, Agam, Rabu (30/7).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi mengatakan BPJS Keliling merupakan bentuk pendekatan langsung ke tengah masyarakat dalam rangka memberikan kemudahan akses pelayanan.

"Pelayanan ini kami rancang agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan administrasi JKN yang setara dengan yang diterima di kantor cabang. Jadi tidak ada perbedaan kualitas layanan," katanya.

Menurutnya, program itu jadi bagian dari prinsip jemput bola yang diterapkan agar peserta JKN tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mengurus perubahan data atau sekadar mendapatkan informasi.

BPJS Keliling memberikan beragam layanan, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data kepesertaan, konsultasi informasi program JKN, hingga penanganan pengaduan. 

Haris mengungkapkan bahwa sebagian besar layanan yang dimanfaatkan oleh peserta dalam kegiatan ini adalah perubahan identitas, pembaruan nomor handphone, serta permintaan informasi terkait manfaat JKN.

"Ini menjadi solusi strategis bagi masyarakat yang menghadapi kendala jarak, waktu, atau akses dalam memperoleh layanan administrasi JKN," kata dia.

Kehadiran layanan tatap muka ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, khususnya mereka yang selama ini merasa kesulitan menjangkau kantor cabang atau kantor kabupaten kota terdekat. 

Salah seorang peserta JKN sekaligus pegawai di kantor Walinagari Gadut, Fahmi Afki (27), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran BPJS Keliling yang beroperasi di nagari tersebut.

Dirinya mengaku bahkan tidak perlu lagi pergi ke kantor BPJS Kesehatan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

“Awalnya saya memang berencana datang ke kantor BPJS Kesehatan. Tapi ternyata ada BPJS Keliling di sini. Saya bersyukur sekali, karena saya dapat informasi yang saya butuhkan, tanpa harus jauh-jauh ke kantor,” ungkapnya.

Fahmi juga memuji petugas yang bertugas saat sosialiasi seputar Program JKN karena dianggap komunikatif dan informatif. 

Ia mengaku bahwa dirinya juga diajari langsung cara menggunakan layanan digital seperti Mobile JKN dan PANDAWA.

“Saya sekarang lebih paham cara pakainya. Ini sangat membantu, apalagi kalau sewaktu-waktu saya tidak sempat datang langsung,” katanya.

Fahmi berharap program BPJS Keliling ini bisa digelar secara rutin di setiap kelurahan/nagari, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki akses terbatas ke kantor layanan BPJS Kesehatan.

“Kalau bisa diadakan minimal sebulan sekali, supaya masyarakat bisa terus update soal informasi JKN. Tidak semua orang bisa datang ke kantor, jadi program ini sangat penting,” tutupnya.


Pewarta : Alfatah
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026