Purworejo, Jawa Tengah, (Antara) - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo melaksanakan upacara hari pahlawan di alun-alun Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu pagi.
Setelah mengikuti malam khidmat bersama ratusan warga Purworejo, Sabtu (9/10), dalam haul ayahnya, Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, pada Minggu pagi, sebelum mengikuti upacara, Pramono berbincang dengan Bupati Purworejo Mahsun Zein dan jajaran pejabat setempat dari DPRD, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri dan pihak Kepolisian.
"Warga Purworejo bangga terhadap Bapak Sarwo Edhie, tokoh militer yang berasal dari kota ini dan sangat menjunjung demokrasi," ujar Pramono sesaat sebelum upacara dimulai.
Dandim 0708 Purworejo Letkol Infanteri Ari Sundoro memimpin upacara hari pahlawan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB.
Di tengah cuaca pagi di Purworejo yang cerah, ribuan peserta upacara yang terdiri dari personel TNI, Kepolisian, dan siswa sekolah menengah atas di Purworejo dengan khidmat mengikuti upacara.
Ratusan warga mengelilingi lapangan alun-alun Purworejo untuk menyaksikan upacara tersebut sekaligus mencoba memaknai Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.
Setelah mengikuti upacara, Jenderal TNI (Purn) Pramono akan berziarah ke makam Ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo pada Minggu siang.
Bagi Pramono, sosok pahlawan nasional dapat dimaknai sebagai figur bangsa yang telah memberikan totalitas perjuangan kepada negara.
"Pahlawan itu mereka yang telah memberikan masa-masa hidupnya bagi perjuangan bangsa hingga akhir hayat, mereka mengutamakan negara daripada diri mereka," kata Pramono saat kunjungannya di Yogyakarta.
Selain itu, Pramono juga menilai makna pahlawan, selain dalam konteks luas atau nasional, juga dapat dimaknai oleh orang-perorangan kepada figur yang telah memberikan jasa tidak ternilai tanpa rasa pamrih.
Pahlawan dalam konteks kekinian, menurut Pramono, dapat juga dimaknai sebagai pahlawan dalam segala bidang yang memberikan kontribusi bagi rakyat.
Dengan begitu, tentunya, menurut dia, kepahlawanan masa sekarang tidak hanya diukur dari kemampuan pertempuran, namun tekad dan kontribusi untuk pembangunan negara. (*/wij)