Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memaparkan berbagai sektor prioritas yang menjadi tujuan investasi ke depan, di antaranya ketahanan pangan, ketahanan energi, down streaming, serta digital infrastruktur.
“Ini adalah hal-hal di mana banyak sekali interest untuk berinvestasi. Dan ini adalah bagian dari peningkatan ekonomi kita ke depan,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir dalam Meet The Team Danantara Indonesia di Jakarta, Senin.
Dari sisi fokus return (keuntungan), Pandu menyebut Danantara akan selalu melihat dari sisi jangka panjang, sehingga berbeda dengan perusahaan investasi swasta yang sering melakukan aksi spekulasi investasi dalam jangka pendek.
“Dari sisi fokus return, kita akan selalu melihat dari sisi long term. Mungkin berbeda dengan privat equity di mana harus menjual. Kita happy untuk own the market,” ujar Pandu.
Dalam kesempatan ini, Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan semenjak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah masuk Danantara, maka dividen yang dikeluarkan oleh BUMN itu akan masuk ke Danantara.
“Sejak BUMN- BUMN sudah masuk Danantara, sehingga dividen yang dikeluarkan oleh BUMN, dividennya akan masuk ke Danantara. Dengan adanya dividen yang kami terima ini, tentunya akan melakukan investasi,” ujar Rosan.
Ia menjelaskan bahwa peran dari bagian Treasury adalah untuk memastikan bahwa dana-dana akan diinvestasikan dengan baik dan benar. sebelum masuk pada investasi yang jangka panjang
“Di investasi itu kriteria kriterianya kita tetapkan, baik dari return minimum berapa, dampak penciptaan lapangan kerja, serta bagaimana dampak dalam rangka meningkatkan dan menurunkan impor,” ujar Rosan.
Ia juga menyebut salah satu unsur paling penting dari investasi yaitu daya saing atau competitiveness.
“Dana yang masuk dari dividen ini, itu adalah dana yang akan dipergunakan dalam investasi ke depannya,” ujar Rosan.
BPI Danantara resmi mengumumkan struktur kepengurusan lengkap di Jakarta, Senin (24/03), Rosan meyakini bahwa struktur kepengurusan BPI Danantara akan memberikan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Ia memastikan bahwa dalam struktur kepengurusan tidak ada nama-nama titipan, dan semuanya merupakan tokoh- tokoh yang telah lama berkecimpung di sektor keuangan dan investasi di Indonesia maupun di tingkat global.
Ia melanjutkan bahwa struktur kepengurusan saat ini masih dapat berkembang seiring berjalannya waktu ke depan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Danantara: Sektor utama ketahanan pangan hingga digital infrastruktur
Danantara: Sektor utama ketahanan pangan hingga digital infrastruktur
Senin, 24 Maret 2025 16:32 WIB
Jajaran pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam Meet The Team Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (24/03/2025). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo minta Menkeu alokasikan sebagian uang Rp13 triliun korupsi CPO untuk LPDP
21 October 2025 9:20 WIB
Ombudsman Sumbar minta tindak tegas pengelola bangunan liar di TWA Megamendung
29 June 2025 10:55 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB