Ekspedisi Rupiah Berdaulat bantu percepat pertumbuhan ekonomi Mentawai
Jumat, 19 April 2024 18:29 WIB
KRI Cakalang bersandar di Dermaga Teluk Bayur bersiap berlayar dalam rangka Ekspedisi Rupiah Berdaulat 19 hingga 25 April 2024 di Padang, Jumat (19/4/2024). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang digagas Bank Indonesia diharapkan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
"Tentunya peredaran uang di Mentawai bagian dari upaya bergeraknya perekonomian," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Padang, Jumat.
Sebab, kata dia, sebagian besar transaksi di daerah terluar Indonesia tersebut masih bersifat tunai. Oleh karena itu, dengan adanya Ekspedisi Rupiah Berdaulat maka masyarakat akan sangat terbantu dalam bertransaksi.
"Pemerintah Provinsi Sumbar mengapresiasi jajaran Bank Indonesia yang didukung TNI AL dalam menjalankan Ekspedisi Rupiah Berdaulat," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumbar berharap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada 2025 bisa mengangkut dan mengedarkan mata uang rupiah dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan 2024 sebesar Rp3 miliar.
"Kalau hari ini yang dibawa Rp3 miliar, ke depannya kita harapkan akan bertambah. Dengan kata lain, hal itu membuktikan ekonomi di Mentawai semakin meningkat," kata dia.
Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra mengatakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat akan mengedarkan uang pecahan baru atau layak edar senilai Rp3 miliar ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Secara umum Ekspedisi Rupiah Berdaulat bertujuan untuk menjaga kedaulatan rupiah hingga ke penjuru wilayah termasuk daerah terluar Indonesia.
"Kemudian untuk jangka pendek ekspedisi ini bertujuan untuk mengedarkan uang baru kepada masyarakat," kata dia.
Eks Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta tersebut mengatakan BI sengaja memilih Kabupaten Kepulauan Mentawai dikarenakan transaksi tunai di Bumi Sikerei (julukan Mentawai) tergolong tinggi.
Oleh karena itu, melalui Ekspedisi Rupiah , BI Provinsi Sumbar berharap proses transaksi tunai terus berjalan lancar tanpa ada kendala seperti uang yang digunakan sudah rusak dan lain sebagainya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekspedisi Rupiah Berdaulat bantu percepat pertumbuhan ekonomi Mentawai
"Tentunya peredaran uang di Mentawai bagian dari upaya bergeraknya perekonomian," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Padang, Jumat.
Sebab, kata dia, sebagian besar transaksi di daerah terluar Indonesia tersebut masih bersifat tunai. Oleh karena itu, dengan adanya Ekspedisi Rupiah Berdaulat maka masyarakat akan sangat terbantu dalam bertransaksi.
"Pemerintah Provinsi Sumbar mengapresiasi jajaran Bank Indonesia yang didukung TNI AL dalam menjalankan Ekspedisi Rupiah Berdaulat," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumbar berharap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada 2025 bisa mengangkut dan mengedarkan mata uang rupiah dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan 2024 sebesar Rp3 miliar.
"Kalau hari ini yang dibawa Rp3 miliar, ke depannya kita harapkan akan bertambah. Dengan kata lain, hal itu membuktikan ekonomi di Mentawai semakin meningkat," kata dia.
Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra mengatakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat akan mengedarkan uang pecahan baru atau layak edar senilai Rp3 miliar ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Secara umum Ekspedisi Rupiah Berdaulat bertujuan untuk menjaga kedaulatan rupiah hingga ke penjuru wilayah termasuk daerah terluar Indonesia.
"Kemudian untuk jangka pendek ekspedisi ini bertujuan untuk mengedarkan uang baru kepada masyarakat," kata dia.
Eks Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta tersebut mengatakan BI sengaja memilih Kabupaten Kepulauan Mentawai dikarenakan transaksi tunai di Bumi Sikerei (julukan Mentawai) tergolong tinggi.
Oleh karena itu, melalui Ekspedisi Rupiah , BI Provinsi Sumbar berharap proses transaksi tunai terus berjalan lancar tanpa ada kendala seperti uang yang digunakan sudah rusak dan lain sebagainya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekspedisi Rupiah Berdaulat bantu percepat pertumbuhan ekonomi Mentawai
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Indonesia jajaki peluang pembelian obligasi melalui rekening rupiah-yen
25 August 2025 14:08 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB