BPS sebut erupsi Gunung Marapi potensi picu inflasi
Rabu, 24 Januari 2024 17:28 WIB
Kepala BPS Provinsi Sumbar Sugeng Arianto saat diwawancarai di Padang, Sumbar, Rabu (24/1/2024). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Padang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyebut erupsi Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar berpotensi memicu inflasi khususnya di sektor pangan.
"Kalau terjadi gangguan pasokan akibat bencana alam seperti erupsi gunung api, maka harga akan ikut terderek," kata Kepala BPS Provinsi Sumbar Sugeng Arianto, di Padang, Rabu.
Untuk diketahui komoditas bawang merah, cabai keriting, lobak dan sayur-sayuran, selain dipasok dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagiannya didatangkan dari Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Sumbar.
Namun, sejak terjadinya erupsi Gunung Marapi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) sejumlah kebutuhan sayur-sayuran naik dan terganggu. BPS setempat memperkirakan jika kondisi itu terus berlangsung, maka dapat memicu inflasi.
"Daerah-daerah penghasil komoditas tadi terdampak erupsi, sehingga stok menjadi terganggu. Sementara, di saat bersamaan kebutuhan relatif sama. Otomatis ini memberikan tekanan harga sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya inflasi," kata dia lagi.
Menyikapi potensi terjadinya inflasi sejumlah komoditas tersebut, Sugeng mengatakan lembaga itu secara berkala terus melakukan kajian bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan termasuk upaya mengendalikan harga.
Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Yulia Anas mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan harga dan inflasi akibat erupsi Gunung Marapi, pemerintah harus segera menyiapkan langkah antisipasi.
Langkah itu misalnya dengan menggenjot sektor pertanian di kabupaten lain untuk memproduksi cabai merah, tomat, terong, lobak dan sayur-sayuran lainnya yang selama ini dipasok dari Kabupaten Agam maupun Kabupaten Tanah Datar.
"Ini masalah bencana dan kita tidak tau kapan erupsi ini berakhir. Oleh karena itu, pasokan komoditas pangan itu harus digenjot di daerah lain," kata dia menyarankan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS sebut erupsi Gunung Marapi berpotensi picu inflasi
"Kalau terjadi gangguan pasokan akibat bencana alam seperti erupsi gunung api, maka harga akan ikut terderek," kata Kepala BPS Provinsi Sumbar Sugeng Arianto, di Padang, Rabu.
Untuk diketahui komoditas bawang merah, cabai keriting, lobak dan sayur-sayuran, selain dipasok dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagiannya didatangkan dari Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Sumbar.
Namun, sejak terjadinya erupsi Gunung Marapi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) sejumlah kebutuhan sayur-sayuran naik dan terganggu. BPS setempat memperkirakan jika kondisi itu terus berlangsung, maka dapat memicu inflasi.
"Daerah-daerah penghasil komoditas tadi terdampak erupsi, sehingga stok menjadi terganggu. Sementara, di saat bersamaan kebutuhan relatif sama. Otomatis ini memberikan tekanan harga sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya inflasi," kata dia lagi.
Menyikapi potensi terjadinya inflasi sejumlah komoditas tersebut, Sugeng mengatakan lembaga itu secara berkala terus melakukan kajian bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan termasuk upaya mengendalikan harga.
Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Yulia Anas mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan harga dan inflasi akibat erupsi Gunung Marapi, pemerintah harus segera menyiapkan langkah antisipasi.
Langkah itu misalnya dengan menggenjot sektor pertanian di kabupaten lain untuk memproduksi cabai merah, tomat, terong, lobak dan sayur-sayuran lainnya yang selama ini dipasok dari Kabupaten Agam maupun Kabupaten Tanah Datar.
"Ini masalah bencana dan kita tidak tau kapan erupsi ini berakhir. Oleh karena itu, pasokan komoditas pangan itu harus digenjot di daerah lain," kata dia menyarankan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS sebut erupsi Gunung Marapi berpotensi picu inflasi
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Sabtu (07/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 8:53 WIB