Simpang Empat (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bekerjasama dengan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas tokoh kunci da'i nagari (penyuluh agama di desa) melalui strategi komunikasi perubahan perilaku dalam percepatan penurunan stunting di daerah itu.
 
"Pelatihan itu kita mulai hari ini sampai 20 September 2023 nanti. Mudah-mudahan upaya ini bisa mempercepat penurunan angka stunting," kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto di Simpang Empat, Senin.
 
Ia mengucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation yang telah tiga tahun bekerjasama dengan Pasaman Barat dalam rangka menurunkan angka stunting.
 
Ia mengatakan da’i nagari merupakan tokoh kunci untuk merubah perilaku masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di Pasaman Barat 
 
Menurutnya banyak yang telah dilakukan untuk menurunkan angka stunting tersebut, seperti memberikan pelatihan kepada da’i nagari ini. 
 
Diharapkan da’i nagari tokoh kunci yang akan menyampaikan kepada masyarakat agar bisa merubah perilaku yang mendukung kepada penurunan angka stunting. Sehingga generasi ke depan bisa bersaing di segala lini, jika gizi terpenuhi dan pola asuhnya tepat.
 
Ia menjelaskan stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. 
 
"Periode 1.000 hari pertama kehidupan, yakni ketika janin berada dalam kandungan hingga usia bayi 2 tahun menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan," ujarnya.
 
Namun, stunting bukanlah masalah kesehatan semata. Stunting dipengaruhi masalah perilaku hidup bersih dan sehat di dalam keluarga.
 
Ia menjelaskan berdasarkan data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM) dari hasil penimbangan dan pengukuran Februari tahun 2023 menunjukkan bahwa 5.170 atau 15,35 persen bayi dan balita mengalami stunting di Pasaman Barat.
 
Sedangkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa 35,5 persen bayi dan balita mengalami stunting.
 
Pemerintah pusat menargetkan penurunan stunting tahun 2024 turun pada angka 14 persen.
 
"Terima kasih kepada Tanoto Foundation, Yayasan Cipta, serta tim penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan modul ini dan terlaksananya pelatihan ini. Semoga upaya percepatan penurunan stunting Pasaman Barat untuk ke depan lebih baik lagi dan bisa menurunkan stunting ke angka 14 persen pada tahun 2024," harapnya.
 
Sementara itu, Perwakilan Tanoto Foundation Wihdaturrahmah mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pasaman Barat yang telah menyambut baik kegiatan positif tersebut serta bekerjasama dalam melakukan penurunan angka stunting. 
 
"Semoga kegiatan ini terus dilanjutkan, karena sudah tiga tahun kerja sama ini terjalin. Sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama bisa terwujud," harapnya.***3***
 

Pewarta : Altas Maulana
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024