Masyarakat harus bijak berbelanja saat Ramadhan
Rabu, 22 Maret 2023 21:25 WIB
Kepala BI Perwakilan Provinsi Riau Muhammad Nur. Antara/Dok.
Pekanbaru (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Muhamad Nur mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah dan bijak berbelanja selama Ramadhan dan Idul Fitri 2023 serta tidak mudah terpengaruh terhadap lonjakan harga barang-barang.
"Gejolak harga bahan pokok yang selalu naik sehingga dikhawatirkan ada prilaku masyarakat membeli dalam jumlah banyak. Kondisi ini tentu saja tidak baik untuk pasar," kata Muhamad Nur dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan, selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 2023 akan ada banyak uang yang beredar mengingat pegawai dan karyawan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada waktu tersebut.
Dampaknya, katanya geliat konsumsi masyarakat bersikap berlebih membeli kebutuhan serta produksi dari para pelaku usaha akan meningkat cukup signifikan.
"Karenanya jangan berlebihan dan harus bijak berbelanja sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi kelangkaan barang yang dapat memicu kenaikan harga atau inflasi," katanya.
Selain itu momen Ramadhan dan Idul Fitri mendorong peningkatan kebutuhan masyarakat karena banyak selebrasi yang dilakukan bersama keluarga dan kerabat. Namun Bank Indonesia dan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan senantiasa memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang.
Muhammad Nur mengatakan pihaknya juga giat mengampanyekan Cinta, Bangga, Paham (CBP) rupiah edisi Ramadhan ini agar masyarakat bijak berbelanja dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan maupun dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2023.
Selain mengkampanyekan CBP, katanya, sebagaimana dalam siklus tahunan Ramadan dan Idul Fitri, ada beberapa komoditi bahan pokok masyarakat yang perlu mendapat perhatian BI dan TPID, diantaranya cabai, minyak goreng, beras, dan beberapa komoditi lain.
"Karena itu bijak berbelanja saat Ramadhan dan Idul Fitri akan sangat membantu menekan laju inflasi. Jadi berbelanja lah sesuai dengan kebutuhan saja," demikian Muhamad Nur.
"Gejolak harga bahan pokok yang selalu naik sehingga dikhawatirkan ada prilaku masyarakat membeli dalam jumlah banyak. Kondisi ini tentu saja tidak baik untuk pasar," kata Muhamad Nur dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan, selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 2023 akan ada banyak uang yang beredar mengingat pegawai dan karyawan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada waktu tersebut.
Dampaknya, katanya geliat konsumsi masyarakat bersikap berlebih membeli kebutuhan serta produksi dari para pelaku usaha akan meningkat cukup signifikan.
"Karenanya jangan berlebihan dan harus bijak berbelanja sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi kelangkaan barang yang dapat memicu kenaikan harga atau inflasi," katanya.
Selain itu momen Ramadhan dan Idul Fitri mendorong peningkatan kebutuhan masyarakat karena banyak selebrasi yang dilakukan bersama keluarga dan kerabat. Namun Bank Indonesia dan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan senantiasa memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang.
Muhammad Nur mengatakan pihaknya juga giat mengampanyekan Cinta, Bangga, Paham (CBP) rupiah edisi Ramadhan ini agar masyarakat bijak berbelanja dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan maupun dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2023.
Selain mengkampanyekan CBP, katanya, sebagaimana dalam siklus tahunan Ramadan dan Idul Fitri, ada beberapa komoditi bahan pokok masyarakat yang perlu mendapat perhatian BI dan TPID, diantaranya cabai, minyak goreng, beras, dan beberapa komoditi lain.
"Karena itu bijak berbelanja saat Ramadhan dan Idul Fitri akan sangat membantu menekan laju inflasi. Jadi berbelanja lah sesuai dengan kebutuhan saja," demikian Muhamad Nur.
Pewarta : Frislidia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok Sambut kunjungan Yayasan Yari School dan Perwakilan Eno School Finlandia
31 January 2026 18:12 WIB
Perwakilan KAI Divre II Sumbar raih penghargaan platinum pada TKMPN XXIX di Batam
30 November 2025 8:28 WIB
Sidak ke Bukittinggi, Ombudsman temukan 900 ijazah pelajar tertahan di sekolah
20 November 2025 16:59 WIB
Andre Rosiade tinjau jembatan rusak di Pasaman, pembangunan lewat Banpres Rp26,5 miliar
13 August 2025 20:31 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB