BPS ingatkan penurunan harga komoditas unggulan perlu diwaspadai
Senin, 6 Februari 2023 19:31 WIB
Tangkapan layar - Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/2/2023). ANTARA/Youtube BPS Statistik/pri. (ANTARA/Youtube BPS Statistik)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengingatkan penurunan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global perlu diwaspadai pada tahun 2023.
"Hal ini mengingat ekspor memberi andil besar kepada pertumbuhan ekonomi di tahun 2022," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Indonesia diuntungkan dengan relatif tingginya harga komoditas ekspor unggulan di pasar global yang memberikan penerimaan tak terduga atau windfall dan mendongkrak kinerja ekspor serta surplus neraca perdagangan.
Pada tahun 2022, ia menyebutkan ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan 16,28 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sehingga menopang pertumbuhan ekonomi di saat pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum kembali ke level pra-pandemi.
Windfall ekspor masih berlanjut namun cenderung melemah akibat harga beberapa komoditas unggulan mengalami penurunan, terutama minyak kelapa sawit walaupun nilai dan volume ekspor mengalami peningkatan.
Selain itu, sambung Margo, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus sebesar 54,53 miliar dolar AS pada tahun 2022 atau tumbuh sebesar 53,96 persen (yoy), berkat ekspor barang yang tercatat mencapai 219,98 miliar dolar AS.
"Ekspor komoditas unggulan seperti batu bara tercatat 46,74 miliar dolar AS, minyak kelapa sawit 27,77 miliar dolar AS, serta besi dan baja 27,82 miliar dolar AS," ucap dia.
Selain harga komoditas, ia menuturkan persoalan menjaga inflasi turut menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pada tahun ini meski tren inflasi secara global maupun Indonesia kian menurun.
Inflasi tetap menjadi perhatian pemerintah karena akan sangat mengganggu daya beli masyarakat, sehingga kestabilan menjaga harga barang dan jasa menjadi bagian penting yang perlu dikelola supaya daya beli masyarakat bisa terjaga dan konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di atas level pandemi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS ingatkan penurunan harga komoditas unggulan RI perlu diwaspadai
"Hal ini mengingat ekspor memberi andil besar kepada pertumbuhan ekonomi di tahun 2022," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Indonesia diuntungkan dengan relatif tingginya harga komoditas ekspor unggulan di pasar global yang memberikan penerimaan tak terduga atau windfall dan mendongkrak kinerja ekspor serta surplus neraca perdagangan.
Pada tahun 2022, ia menyebutkan ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan 16,28 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sehingga menopang pertumbuhan ekonomi di saat pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum kembali ke level pra-pandemi.
Windfall ekspor masih berlanjut namun cenderung melemah akibat harga beberapa komoditas unggulan mengalami penurunan, terutama minyak kelapa sawit walaupun nilai dan volume ekspor mengalami peningkatan.
Selain itu, sambung Margo, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus sebesar 54,53 miliar dolar AS pada tahun 2022 atau tumbuh sebesar 53,96 persen (yoy), berkat ekspor barang yang tercatat mencapai 219,98 miliar dolar AS.
"Ekspor komoditas unggulan seperti batu bara tercatat 46,74 miliar dolar AS, minyak kelapa sawit 27,77 miliar dolar AS, serta besi dan baja 27,82 miliar dolar AS," ucap dia.
Selain harga komoditas, ia menuturkan persoalan menjaga inflasi turut menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pada tahun ini meski tren inflasi secara global maupun Indonesia kian menurun.
Inflasi tetap menjadi perhatian pemerintah karena akan sangat mengganggu daya beli masyarakat, sehingga kestabilan menjaga harga barang dan jasa menjadi bagian penting yang perlu dikelola supaya daya beli masyarakat bisa terjaga dan konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di atas level pandemi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS ingatkan penurunan harga komoditas unggulan RI perlu diwaspadai
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
DAUN Ramadan Fest 2026, Sinergi BI dan Pemprov Sumbar Jaga Stabilitas Harga Pangan
08 February 2026 19:11 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Sabtu (07/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 8:53 WIB