Pj Wako Payakumbuh targetkan zero stunting pada momentum Hari Kesehatan Nasional
Senin, 14 November 2022 16:11 WIB
Pj Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda saat pelaksanaan Upacara Hari Kesehatan Nasional di Balai Kota setempat. Antara/HO-Pemkot Payakumbuh
Payakumbuh (ANTARA) - Momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2022, Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Sumatera Barat Rida Ananda menargetkan bisa menekan angka stunting bahkan dapat mencapai zero stunting.
“Masalah stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian insan kesehatan. Pemerintah Kota Payakumbuh akan mendukung dengan kebijakan-kebijakan dalam rangka mengurangi stunting,” kata Rida.
Ia menyebutkan angka stunting di Kota Payakumbuh saat ini mencapai 472 orang anak sehingga, pemerintah wajib berupaya menekan hingga tersisa 1 digit saja kalau bisa tuntas atau zero stunting.
"Kasus stunting erat kaitannya dengan gizi buruk, sehingga harus ditekan dengan optimal. Kami terus mendorong kinerja pelayanan seluruh tenaga kesehatan di daerah. Baik dokter, perawat, bidan maupun seluruh staf Dinas Kesehatan," ujarnya.
Namun, kata dia, pihaknya juga perlu menargetkan agar kasus stunting baru tidak lagi ditemukan, ataupun tidak naik turun. Untuk itu penanganan lintas sektor pun dilakukan, sebab stunting erat kaitannya dengan upaya pengentasan kemiskinan.
"Apalagi penurunan angka kemiskinan ekstrem dapat beriringan dengan penurunan kasus stunting. Maka kerja bersama dan komitmen yang kuat, menjadi tugas utama dalam upaya menekan stunting dari ratusan menjadi zero," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto mengatakan peringatan HKN ini bukan hanya seremoni namun menjadi pemicu bagi pemerintah untuk mengemas program bersama dengan lintas sektor terkait.
“Saatnya memperkuat dan meningkatkan kolaborasi, baik di dinas kesehatan, antar dinas, antar puskesmas, maupun dengan lintas sektor, bahkan dengan Forkopimda,” katanya.
Ia berharap kolaborasi elemen masyarakat bersama pemerintah, dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk.
“Tantangan kita ke depan sangat besar. Masalah-masalah kesehatan akan terus ada. Ini membutuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi dalam perilaku hidup sehat, untuk mencegah segala bentuk penyakit,” ujarnya.
Pencanangan HKN di Kota Payakumbuh diawali dengan senam bersama, jalan sehat, penyerahan alat kesehatan, bantuan kepada anak stunting dan ibu hamil, serta berbagai lomba olahraga, pemeriksaan kesehatan massal, pelayanan KB dan edukasi kesehatan di sekolah.
“Masalah stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian insan kesehatan. Pemerintah Kota Payakumbuh akan mendukung dengan kebijakan-kebijakan dalam rangka mengurangi stunting,” kata Rida.
Ia menyebutkan angka stunting di Kota Payakumbuh saat ini mencapai 472 orang anak sehingga, pemerintah wajib berupaya menekan hingga tersisa 1 digit saja kalau bisa tuntas atau zero stunting.
"Kasus stunting erat kaitannya dengan gizi buruk, sehingga harus ditekan dengan optimal. Kami terus mendorong kinerja pelayanan seluruh tenaga kesehatan di daerah. Baik dokter, perawat, bidan maupun seluruh staf Dinas Kesehatan," ujarnya.
Namun, kata dia, pihaknya juga perlu menargetkan agar kasus stunting baru tidak lagi ditemukan, ataupun tidak naik turun. Untuk itu penanganan lintas sektor pun dilakukan, sebab stunting erat kaitannya dengan upaya pengentasan kemiskinan.
"Apalagi penurunan angka kemiskinan ekstrem dapat beriringan dengan penurunan kasus stunting. Maka kerja bersama dan komitmen yang kuat, menjadi tugas utama dalam upaya menekan stunting dari ratusan menjadi zero," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto mengatakan peringatan HKN ini bukan hanya seremoni namun menjadi pemicu bagi pemerintah untuk mengemas program bersama dengan lintas sektor terkait.
“Saatnya memperkuat dan meningkatkan kolaborasi, baik di dinas kesehatan, antar dinas, antar puskesmas, maupun dengan lintas sektor, bahkan dengan Forkopimda,” katanya.
Ia berharap kolaborasi elemen masyarakat bersama pemerintah, dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk.
“Tantangan kita ke depan sangat besar. Masalah-masalah kesehatan akan terus ada. Ini membutuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi dalam perilaku hidup sehat, untuk mencegah segala bentuk penyakit,” ujarnya.
Pencanangan HKN di Kota Payakumbuh diawali dengan senam bersama, jalan sehat, penyerahan alat kesehatan, bantuan kepada anak stunting dan ibu hamil, serta berbagai lomba olahraga, pemeriksaan kesehatan massal, pelayanan KB dan edukasi kesehatan di sekolah.
Pewarta : Akmal Saputra
Editor : Maswandi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran : Pemerintah salurkan Rp4,53 miliar untuk bantu rumah rusak ringan dan sedang akibat bencana di Padang
13 February 2026 12:10 WIB
Perpusda Kota Padang resmi beroperasi, Wako Fadly Amran : Komitmen daerah perkuat literasi masyarakat
12 February 2026 15:10 WIB
Menuju Kota Gastronomi, Wako Fadly Amran : Subsektor kuliner jadi lokomotif kreatif Padang
09 February 2026 17:27 WIB
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Wako Fadly Amran : Rakornas FKUB strategis untuk perkuat sinergi dan harmonisasi dalam kemajemukan
04 February 2026 19:18 WIB
Narasumber DPMK-TFI, Wako Fadly Amran sampaikan pentingnya pengalaman berorganisasi bagi generasi muda
04 February 2026 17:10 WIB