Wall Street ditutup jatuh
Jumat, 21 Oktober 2022 6:37 WIB
Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri.
New York (ANTARA) - Indeks-indeks utama Wall Street turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh momentum lanjutan kenaikan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS ketika data pasar tenaga kerja dan komentar dari pejabat Federal Reserve memperkuat ekspektasi bank sentral akan agresif dalam menaikkan suku bunga.
Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 90,22 poin atau 0,3 persen, menjadi menetap di 30.333,59 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 29,38 poin atau 0,8 persen, menjadi ditutup di 3.665,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 65,67 poin atau 0,61 persen, menjadi berakhir di 10.614,84 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan industri masing-masing terpangkas 2,51 persen dan 1,91 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor jasa-jasa komunikasi naik 0,36 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan melanjutkan kenaikannya ke atas 4,2 persen pada Kamis (20/10/2022), level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Imbal hasil pada surat utang pemerintah 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan juga menguat.
Pasar ekuitas biasanya bergerak negatif dengan imbal hasil obligasi, karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi akan membuat investasi ekuitas menjadi kurang menarik.
Saham-saham AS semula naik di awal sesi, didorong oleh kenaikan saham ternama seperti IBM yang melonjak 4,73 persen setelah perusahaan jasa TI itu mengalahkan perkiraan laba kuartalan pada Rabu (19/10/2022) dan mengatakan pihaknya memperkirakan akan melampaui target pertumbuhan pendapatan setahun penuh. AT&T Inc juga melonjak 7,72 persen setelah menaikkan perkiraan laba tahunannya.
Tetapi saham-saham tidak dapat menahan kenaikannya karena klaim pengangguran mingguan yang kuat dan komentar dari Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Patrick Harker memperkuat kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Fed dan berpotensi memiringkan ekonomi ke dalam resesi.
Harker mengatakan The Fed belum selesai menaikkan target suku bunga jangka pendeknya karena inflasi yang tinggi terus berlanjut, membantu mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun ke level tertinggi sejak Juni 2008 di 4,239 persen.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (20/10/2022) bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 12.000 menjadi 214.000 dalam pekan yang berakhir 15 Oktober. Para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru menjadi total 230.000.
The Conference Board yang berbasis di New York mengatakan indeks ekonomi terkemuka AS turun 0,4 persen pada September dan lintasan penurunan yang terus-menerus dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan "resesi semakin mungkin terjadi sebelum akhir tahun."
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wall Street ditutup jatuh di tengah meningkatnya imbal hasil obligasi
Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 90,22 poin atau 0,3 persen, menjadi menetap di 30.333,59 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 29,38 poin atau 0,8 persen, menjadi ditutup di 3.665,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 65,67 poin atau 0,61 persen, menjadi berakhir di 10.614,84 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan industri masing-masing terpangkas 2,51 persen dan 1,91 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor jasa-jasa komunikasi naik 0,36 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan melanjutkan kenaikannya ke atas 4,2 persen pada Kamis (20/10/2022), level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Imbal hasil pada surat utang pemerintah 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan juga menguat.
Pasar ekuitas biasanya bergerak negatif dengan imbal hasil obligasi, karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi akan membuat investasi ekuitas menjadi kurang menarik.
Saham-saham AS semula naik di awal sesi, didorong oleh kenaikan saham ternama seperti IBM yang melonjak 4,73 persen setelah perusahaan jasa TI itu mengalahkan perkiraan laba kuartalan pada Rabu (19/10/2022) dan mengatakan pihaknya memperkirakan akan melampaui target pertumbuhan pendapatan setahun penuh. AT&T Inc juga melonjak 7,72 persen setelah menaikkan perkiraan laba tahunannya.
Tetapi saham-saham tidak dapat menahan kenaikannya karena klaim pengangguran mingguan yang kuat dan komentar dari Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Patrick Harker memperkuat kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Fed dan berpotensi memiringkan ekonomi ke dalam resesi.
Harker mengatakan The Fed belum selesai menaikkan target suku bunga jangka pendeknya karena inflasi yang tinggi terus berlanjut, membantu mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun ke level tertinggi sejak Juni 2008 di 4,239 persen.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (20/10/2022) bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 12.000 menjadi 214.000 dalam pekan yang berakhir 15 Oktober. Para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru menjadi total 230.000.
The Conference Board yang berbasis di New York mengatakan indeks ekonomi terkemuka AS turun 0,4 persen pada September dan lintasan penurunan yang terus-menerus dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan "resesi semakin mungkin terjadi sebelum akhir tahun."
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wall Street ditutup jatuh di tengah meningkatnya imbal hasil obligasi
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB