Wall St turun, aksi jual berlanjut
Selasa, 30 Agustus 2022 7:14 WIB
Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters/pri. (ANTARA/Reuters)
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street kembali melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), melanjutkan kerugian tajam yang mereka derita pekan lalu di tengah kekhawatiran tentang tekad Federal Reserve untuk secara agresif menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi sekalipun ketika ekonomi melambat.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 184,41 poin atau 0,57 persen, menjadi menetap di 32.098,99 poin. indeks S&P 500 berkurang 27,05 poin atau 0,67 persen, menjadi berakhir di 4.030,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 124,04 poin atau 1,02 persen, menjadi ditutup pada 12.017,67 poin.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi dan real estat masing-masing kehilangan 1,28 persen dan 0,87 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi dan utilitas masing-masing terangkat 1,54 persen dan 0,25 persen.
Pada Jumat (26/8/2022), Wall Street mengalami kemunduran besar, yang membuat Dow merosot lebih dari 1.000 poin, menyusul pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell.
Ketua Fed Jerome Powell di simposium bank sentral Jackson Hole mengatakan pada Jumat (26/8/2022) bahwa ekonomi AS akan membutuhkan kebijakan moneter yang ketat "untuk beberapa waktu" sebelum inflasi terkendali, menghancurkan harapan The Fed mungkin berputar ke kenaikan suku bunga yang lebih tenang setelah data terbaru menunjukkan tekanan harga telah mencapai puncaknya.
Indeks S&P 500 pulih dari posisi terendah sesi yang menempatkannya turun 1,0 persen pada level terendah dalam sebulan, tetapi indeks acuan masih mencatat penurunan persentase dua hari terbesar dalam 2,5 bulan.
Untuk pekan yang berakhir 26 Agustus, Dow merosot 4,2 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing jatuh 4,0 persen dan 4,4 persen.
"Penjualan pada Jumat (26/8/2022) sejujurnya berlebihan, saya tahu (Powell) mengatakan dia akan bermain keras dengan inflasi tetapi sejujurnya tidak jauh berbeda dari apa yang dia katakan selama beberapa minggu terakhir, dia sedikit lebih hawkish tapi maksud saya, astaga, siapa yang terkejut dengan itu, sungguh?" kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab di Austin, Texas seperti dikutip Reuters.
Para pelaku pasar sekarang memperkirakan peluang 72,5 persen untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan Fed September, yang akan menjadi kenaikan ketiga berturut-turut sebesar itu. Mereka memperkirakan suku bunga dana Fed untuk mengakhiri tahun di sekitar 3,7 persen.
Fokus investor pekan ini beralih ke laporan ketenagakerjaan AS Agustus yang akan dirilis pada Jumat (2/9/2022), yang memberikan salah satu pandangan penting terakhir tentang kesehatan ekonomi dalam menghadapi kenaikan suku bunga dan inflasi yang sangat tinggi sebelum pertemuan kebijakan Fed berikutnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wall St turun, aksi jual berlanjut dipicu khawatir kenaikan suku bunga
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 184,41 poin atau 0,57 persen, menjadi menetap di 32.098,99 poin. indeks S&P 500 berkurang 27,05 poin atau 0,67 persen, menjadi berakhir di 4.030,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 124,04 poin atau 1,02 persen, menjadi ditutup pada 12.017,67 poin.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi dan real estat masing-masing kehilangan 1,28 persen dan 0,87 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi dan utilitas masing-masing terangkat 1,54 persen dan 0,25 persen.
Pada Jumat (26/8/2022), Wall Street mengalami kemunduran besar, yang membuat Dow merosot lebih dari 1.000 poin, menyusul pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell.
Ketua Fed Jerome Powell di simposium bank sentral Jackson Hole mengatakan pada Jumat (26/8/2022) bahwa ekonomi AS akan membutuhkan kebijakan moneter yang ketat "untuk beberapa waktu" sebelum inflasi terkendali, menghancurkan harapan The Fed mungkin berputar ke kenaikan suku bunga yang lebih tenang setelah data terbaru menunjukkan tekanan harga telah mencapai puncaknya.
Indeks S&P 500 pulih dari posisi terendah sesi yang menempatkannya turun 1,0 persen pada level terendah dalam sebulan, tetapi indeks acuan masih mencatat penurunan persentase dua hari terbesar dalam 2,5 bulan.
Untuk pekan yang berakhir 26 Agustus, Dow merosot 4,2 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing jatuh 4,0 persen dan 4,4 persen.
"Penjualan pada Jumat (26/8/2022) sejujurnya berlebihan, saya tahu (Powell) mengatakan dia akan bermain keras dengan inflasi tetapi sejujurnya tidak jauh berbeda dari apa yang dia katakan selama beberapa minggu terakhir, dia sedikit lebih hawkish tapi maksud saya, astaga, siapa yang terkejut dengan itu, sungguh?" kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab di Austin, Texas seperti dikutip Reuters.
Para pelaku pasar sekarang memperkirakan peluang 72,5 persen untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan Fed September, yang akan menjadi kenaikan ketiga berturut-turut sebesar itu. Mereka memperkirakan suku bunga dana Fed untuk mengakhiri tahun di sekitar 3,7 persen.
Fokus investor pekan ini beralih ke laporan ketenagakerjaan AS Agustus yang akan dirilis pada Jumat (2/9/2022), yang memberikan salah satu pandangan penting terakhir tentang kesehatan ekonomi dalam menghadapi kenaikan suku bunga dan inflasi yang sangat tinggi sebelum pertemuan kebijakan Fed berikutnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wall St turun, aksi jual berlanjut dipicu khawatir kenaikan suku bunga
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB