IHSG awal pekan menguat jelang rilis data neraca perdagangan Juli
Senin, 15 Agustus 2022 11:07 WIB
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc
Jakarta, (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan menguat jelang rilis data neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Juli 2022.
IHSG dibuka menguat 5,3 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.134,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,1 poin atau 0,11 persen ke posisi 1.013,14.
"Fokus minggu ini tertuju pada rilis statistik utang luar negeri untuk Juni, serta data neraca perdagangan Juli," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Konsensus memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli akan mencapai 3,81 miliar dolar AS. Surplus tersebut melandai dibandingkan yang tercatat pada Juni senilai 5,09 miliar dolar AS.
Surplus neraca dagang yang berlanjut, diharapkan masih dapat menguatkan fundamental nilai tukar rupiah, seiring dengan menurunnya cadangan devisa.
IHSG berpeluang menguat pada awal pekan ini di kisaran 7.105-7.201.
Sementara itu, bursa ekuitas AS ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu setelah data inflasi yang melandai lebih dari perkiraan pada Juli.
Selain data inflasi, penurunan tajam dalam biaya bensin juga membantu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bertahan dalam daftar bulan lalu, usai sempat melonjak pada Juni.
Rilis IHK Juli AS mencapai 8,5 persen (yoy), lebih rendah dari konsensus 8,7 persen dan Juni 9,1 persen. Secara bulanan, IHK bergerak mendatar karena harga energi turun 4,6 persen dan gas turun 7,7 persen.
Hal itu direspons positif oleh pasar dan berpeluang mengurangi tekanan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Dari Eropa, data, PDB Inggris kuartal II 2022 terkontraksi karena krisis biaya hidup telah memukul rumah tangga. PDB kuartal kedua terkontraksi 0,1 persen dan menjadi kontraksi beruntun selama dua kuartal.
Fokus tertuju pada rilis PDB Zona Euro periode Juli yang akan rilis pekan ini dengan konsensus memperkirakan di level 8,9 persen (yoy).
Dari Asia, China akan merilis indeks harga rumah, produksi sektor industri, serta data penjualan ritel untuk Juli. Konsensus memperkirakan produksi industri China di level 4,6 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 301,61 poin atau 1,06 persen ke 28.848,59, indeks Hang Seng naik 56,46 poin atau 0,28 persen ke 20.232,08, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,65 poin atau 0,14 persen ke 3.264,62.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat jelang rilis data neraca perdagangan Juli
IHSG dibuka menguat 5,3 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.134,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,1 poin atau 0,11 persen ke posisi 1.013,14.
"Fokus minggu ini tertuju pada rilis statistik utang luar negeri untuk Juni, serta data neraca perdagangan Juli," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Konsensus memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli akan mencapai 3,81 miliar dolar AS. Surplus tersebut melandai dibandingkan yang tercatat pada Juni senilai 5,09 miliar dolar AS.
Surplus neraca dagang yang berlanjut, diharapkan masih dapat menguatkan fundamental nilai tukar rupiah, seiring dengan menurunnya cadangan devisa.
IHSG berpeluang menguat pada awal pekan ini di kisaran 7.105-7.201.
Sementara itu, bursa ekuitas AS ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu setelah data inflasi yang melandai lebih dari perkiraan pada Juli.
Selain data inflasi, penurunan tajam dalam biaya bensin juga membantu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bertahan dalam daftar bulan lalu, usai sempat melonjak pada Juni.
Rilis IHK Juli AS mencapai 8,5 persen (yoy), lebih rendah dari konsensus 8,7 persen dan Juni 9,1 persen. Secara bulanan, IHK bergerak mendatar karena harga energi turun 4,6 persen dan gas turun 7,7 persen.
Hal itu direspons positif oleh pasar dan berpeluang mengurangi tekanan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Dari Eropa, data, PDB Inggris kuartal II 2022 terkontraksi karena krisis biaya hidup telah memukul rumah tangga. PDB kuartal kedua terkontraksi 0,1 persen dan menjadi kontraksi beruntun selama dua kuartal.
Fokus tertuju pada rilis PDB Zona Euro periode Juli yang akan rilis pekan ini dengan konsensus memperkirakan di level 8,9 persen (yoy).
Dari Asia, China akan merilis indeks harga rumah, produksi sektor industri, serta data penjualan ritel untuk Juli. Konsensus memperkirakan produksi industri China di level 4,6 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 301,61 poin atau 1,06 persen ke 28.848,59, indeks Hang Seng naik 56,46 poin atau 0,28 persen ke 20.232,08, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,65 poin atau 0,14 persen ke 3.264,62.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat jelang rilis data neraca perdagangan Juli
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB