Rupiah Rabu pagi masih menguat seiring turunnya ekspektasi besaran bunga Fed
Rabu, 20 Juli 2022 9:40 WIB
Ilustrasi - Karyawan melayani pembelian uang dolar Amerika Serikat (AS) di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj/aa.
Jakarta, (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi masih bergerak menguat seiring turunnya ekspektasi besaran kenaikan suku bunga The Fed.
Rupiah pagi ini bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp14.975 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.977 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS seiring dengan membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko pagi ini.
"Indeks saham Asia bergerak positif di pembukaan pagi ini mengikuti penguatan indeks saham Eropa dan AS semalam. Sentimen positif ini dipicu oleh hasil positif laporan pendapatan perusahaan di Eropa dan AS," ujar Ariston.
Selain itu, lanjut Ariston, turunnya ekspektasi pelaku pasar terhadap besaran kenaikan suku bunga acuan AS pada Juli dari 100 basis poin kembali ke 75 basis poin seperti yang disinyalkan oleh pejabat bank sentral AS The Fed, juga membantu mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.
Sekarang, menurut Fed Watch Tools, probabilitas kemungkinan naik 75 basis poin pada Juli sebesar 64 persen, sementara 100 basis poin sebesar 36 persen.
"Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan pada rapat Bank Sentral Eropa besok malam sebesar 50 basis poin, juga membantu menekan nilai tukar dolar AS," kata Ariston.
Ia menambahkan, bank sentral global lainnya juga masih akan menaikkan suku bunga acuannya untuk memerangi inflasi di negaranya masing-masing, seperti Australia, Inggris, dan Kanada.
Kebijakan tersebut kembali memperbesar selisih atau spread dengan suku bunga acuan AS yang membuat dolar AS tertekan terhadap nilai tukar lainnya.
Di sisi lain, kenaikan agresif suku bunga acuan AS tahun ini masih menjadi penekan nilai tukar rupiah karena spread suku bunga acuan AS dan Bank Indonesia menyempit.
"Aset dolar AS menjadi lebih menarik. Pasar masih menunggu kebijakan BI yang terbaru di hari Kamis ini," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat ke level Rp14.930 per dolar AS dengan level resisten Rp15.000 per dolar AS.
Pada Selasa (19/7/2022) lalu, rupiah ditutup menguat 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.977 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.981 per dolar AS. (*)
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah masih menguat seiring turunnya ekspektasi besaran bunga Fed
Rupiah pagi ini bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp14.975 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.977 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS seiring dengan membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko pagi ini.
"Indeks saham Asia bergerak positif di pembukaan pagi ini mengikuti penguatan indeks saham Eropa dan AS semalam. Sentimen positif ini dipicu oleh hasil positif laporan pendapatan perusahaan di Eropa dan AS," ujar Ariston.
Selain itu, lanjut Ariston, turunnya ekspektasi pelaku pasar terhadap besaran kenaikan suku bunga acuan AS pada Juli dari 100 basis poin kembali ke 75 basis poin seperti yang disinyalkan oleh pejabat bank sentral AS The Fed, juga membantu mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.
Sekarang, menurut Fed Watch Tools, probabilitas kemungkinan naik 75 basis poin pada Juli sebesar 64 persen, sementara 100 basis poin sebesar 36 persen.
"Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan pada rapat Bank Sentral Eropa besok malam sebesar 50 basis poin, juga membantu menekan nilai tukar dolar AS," kata Ariston.
Ia menambahkan, bank sentral global lainnya juga masih akan menaikkan suku bunga acuannya untuk memerangi inflasi di negaranya masing-masing, seperti Australia, Inggris, dan Kanada.
Kebijakan tersebut kembali memperbesar selisih atau spread dengan suku bunga acuan AS yang membuat dolar AS tertekan terhadap nilai tukar lainnya.
Di sisi lain, kenaikan agresif suku bunga acuan AS tahun ini masih menjadi penekan nilai tukar rupiah karena spread suku bunga acuan AS dan Bank Indonesia menyempit.
"Aset dolar AS menjadi lebih menarik. Pasar masih menunggu kebijakan BI yang terbaru di hari Kamis ini," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat ke level Rp14.930 per dolar AS dengan level resisten Rp15.000 per dolar AS.
Pada Selasa (19/7/2022) lalu, rupiah ditutup menguat 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.977 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.981 per dolar AS. (*)
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah masih menguat seiring turunnya ekspektasi besaran bunga Fed
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB