Wall Street ditutup menguat
Ilustrasi - Seorang pialang Wall Street berekspresi saat melihat pergerakan harga saham di layar bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 94,65 poin atau 0,27 persen, menjadi menetap di 34.955,89 poin. Indeks S&P 500 bertambah 32,46 poin atau 0,71 persen, menjadi berakhir di 4.575,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 185,60 poin atau 1,31 persen, menjadi ditutup di 14.354,90 poin.
Indeks S&P 500 mampu rebound dari penurunan di awal sesi, dengan indeks acuan sempat jatuh sebanyak 0,6 persen pada satu titik.
Pembuat mobil listrik Tesla Inc melonjak 8,03 persen dan merupakan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq setelah mengatakan akan meminta persetujuan investor untuk meningkatkan jumlah sahamnya guna memungkinkan pemecahan saham, membantu mengangkat indeks konsumen non-primer menguat 2,67 persen sebagai sektor berkinerja terbaik pada sesi tersebut.
Indeks energi S&P, merosot 2,56 persen, merupakan sektor dengan kinerja terburuk pada sesi tersebut setelah harga minyak jatuh menyusul penguncian di pusat keuangan China, Shanghai, untuk mengekang lonjakan infeksi COVID-19 yang memicu kekhawatiran permintaan.
Exxon Mobil Corp jatuh 2,81 persen dan Chevron Corp turun 1,75 persen.
Sektor keuangan juga termasuk di antara sektor-sektor yang lebih lemah pada sesi tersebut, sebagian karena penurunan peringkat Morgan Stanley pada bank-bank AS, yang mengutip peningkatan risiko dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve telah diperhitungkan oleh pasar. Indeks bank S&P turun 0,99 persen.
Aksi jual di pasar obligasi berlanjut pada Senin (28/3), dengan imbal hasil jangka pendek mencapai level tertinggi sejak 2019 dan kurva imbal hasil yang diukur dengan kesenjangan antara imbal hasil lima dan 30 tahun terbalik sebentar untuk pertama kalinya sejak awal 2006, meningkatkan kekhawatiran kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih agresif akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan berpotensi menyebabkan resesi.
"Keuangan ... jadi banyak orang yang membeli atau memilikinya atas dasar ini akan bekerja lebih baik di lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, jadi saya tidak terkejut melihat keuangan mundur relatif terhadap apa yang terjadi di pasar obligasi," kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.
"Tentu saja saham-saham komoditas telah naik sangat tinggi dan begitu panas sehingga tidak mengherankan jika nama-mereka itu mundur, itulah yang menyebabkan pasar turun, tetapi saya masih berpikir berita untuk sebagian besar perusahaan komoditas ini akan sangat, baik sekali."
Data ekonomi yang kuat dan keuntungan dalam pertumbuhan saham yang terpukul telah membantu indeks utama Wall Street pulih dalam beberapa hari terakhir, bahkan ketika konflik antara Rusia dan Ukraina berlanjut dan sejumlah pembuat kebijakan Federal Reserve telah membuat komentar hawkish tentang jalur kenaikan suku bunga.
Namun, analis mencatat bahwa saham-saham berkategori murah atau value stocks tetap relatif murah terhadap rekan-rekan saham-saham pertumbuhan mereka.
Sementara itu, Ukraina dan Rusia mengatakan delegasi mereka akan tiba di Turki untuk pembicaraan damai yang diperkirakan akan berlangsung pada Selasa. Seorang pejabat senior AS mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya tidak siap untuk membuat kompromi, dengan para pejabat Ukraina juga mengecilkan peluang terobosan besar dalam pembicaraan tersebut.
Poly melejit 52,63 persen setelah HP Inc mengatakan akan membeli pembuat produk audio dan video itu seharga 1,7 miliar dolar AS secara tunai. Saham HP merosot 2,74 persen.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,23 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 14,09 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB