BPS: Lapangan usaha di Solok Selatan tumbuh 3,35 persen
Kamis, 24 Maret 2022 14:37 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan Abdul Razi. (Antarasumbar/Erik Ifansya Akbar)
Padang Aro (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mencatat pertumbuhan lapangan usaha di kabupaten itu pada 2021 tumbuh 3,35 persen dan ini jauh lebih baik dibanding 2020 yang minus 1,24 persen.
"Pada 2020 pertumbuhan lapangan nyaris semua negatif karena banyak yang minus akibat pandemi COVID-19 dan pada 2021 kembali positif sehingga bisa tumbuh hingga 3,35 persen," kata Kepala BPS Solok Selatan, Abdul Razi di Padang Aro, Kamis.
Dia menyebutkan, ada dua sektor lapangan usaha yang tumbuh signifikan pada 2021 yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum 6,22 persen dan transportasi perdagangan 5,09 persen.
Kedua lapangan usaha ini pada 2020 mengalami pertumbuhan negatif dimana transportasi perdagangan minus 10,54 persen serta penyedia akomodasi dan makan minum minus 10,45 persen.
Untuk perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan motor pada 2021 juga tumbuh cukup baik yaitu 4,08 persen dimana pada 2020 hanya 0,09 persen.
Sedangkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang paling banyak dilakukan masyarakat juga tumbuh 3,40 persen pada 2021 dimana tahun 2020 hanya 0,25 persen.
Pada 2020 hanya tiga sektor usaha yang tumbuh positif yaitu informasi dan komunikasi 7,44 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,39 persen serta jasa pendidikan 4,66 persen.
"Pertumbuhan lapangan usaha pada 2020 negatif karena banyak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi dan 2021 sudah tidak ada lagi sehingga bergerak positif," ujarnya.
Dia menambahkan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki kontribusi paling besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Solok Selatan selang 2015-2020 yaitu mencapai 28,78 persen.
Selanjutnya perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor 20,20 persen, konstruksi 12,79 persen, pertambangan dan penggalian 9,40 persen serta transportasi dan perdagangan 6,11 persen.
"Pada 2020 pertumbuhan lapangan nyaris semua negatif karena banyak yang minus akibat pandemi COVID-19 dan pada 2021 kembali positif sehingga bisa tumbuh hingga 3,35 persen," kata Kepala BPS Solok Selatan, Abdul Razi di Padang Aro, Kamis.
Dia menyebutkan, ada dua sektor lapangan usaha yang tumbuh signifikan pada 2021 yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum 6,22 persen dan transportasi perdagangan 5,09 persen.
Kedua lapangan usaha ini pada 2020 mengalami pertumbuhan negatif dimana transportasi perdagangan minus 10,54 persen serta penyedia akomodasi dan makan minum minus 10,45 persen.
Untuk perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan motor pada 2021 juga tumbuh cukup baik yaitu 4,08 persen dimana pada 2020 hanya 0,09 persen.
Sedangkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang paling banyak dilakukan masyarakat juga tumbuh 3,40 persen pada 2021 dimana tahun 2020 hanya 0,25 persen.
Pada 2020 hanya tiga sektor usaha yang tumbuh positif yaitu informasi dan komunikasi 7,44 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,39 persen serta jasa pendidikan 4,66 persen.
"Pertumbuhan lapangan usaha pada 2020 negatif karena banyak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi dan 2021 sudah tidak ada lagi sehingga bergerak positif," ujarnya.
Dia menambahkan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki kontribusi paling besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Solok Selatan selang 2015-2020 yaitu mencapai 28,78 persen.
Selanjutnya perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor 20,20 persen, konstruksi 12,79 persen, pertambangan dan penggalian 9,40 persen serta transportasi dan perdagangan 6,11 persen.
Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Pemkab Solok sambut kedatangan audiensi Yari -- Eno School Finland Student Exchange
31 January 2026 22:22 WIB
Wali Kota Solok Hadiri Rakor Kepala Daerah se-Sumbar Bahas Penanganan Pasca Bencana
31 January 2026 18:15 WIB
Wawako Solok Sambut kunjungan Yayasan Yari School dan Perwakilan Eno School Finlandia
31 January 2026 18:12 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB