Rupiah Rabu pagi menguat ditopang surplus neraca perdagangan
Rabu, 16 Maret 2022 10:31 WIB
Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Jakarta, (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi menguat ditopang surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2022.
Rupiah bergerak menguat 26 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.301 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.327 per dolar AS.
"Pasar menyambut positif publikasi data neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari 2022 yang mencatatkan surplus cukup tinggi sebesar 3,8 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2022 yang hanya 963 juta dolar AS," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Rully menyampaikan, neraca perdagangan diproyeksikan masih akan tetap surplus besar dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, lanjut Rully, pelaku pasar akan menunggu hasil dari rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan diumumkan hari ini waktu AS.
The Fed sendiri sudah hampir dapat dipastikan akan menaikkan suku bunga pada FOMC bulan ini minimal sebesar 25 basis poin menjadi 0,5 persen.
"Pasar juga menunggu akan reaksi dari BI, terkait dengan langkah The Fed, serta bagaimana mengantisipasi potensi kenaikan inflasi domestik," kata Rully.
Secara teknikal, Rully memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.297 per dolar AS hingga Rp14.365 per dolar AS.
Pada Selasa (15/3) lalu, rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.327 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.333 per dolar AS.
Rupiah bergerak menguat 26 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.301 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.327 per dolar AS.
"Pasar menyambut positif publikasi data neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari 2022 yang mencatatkan surplus cukup tinggi sebesar 3,8 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2022 yang hanya 963 juta dolar AS," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Rully menyampaikan, neraca perdagangan diproyeksikan masih akan tetap surplus besar dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, lanjut Rully, pelaku pasar akan menunggu hasil dari rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan diumumkan hari ini waktu AS.
The Fed sendiri sudah hampir dapat dipastikan akan menaikkan suku bunga pada FOMC bulan ini minimal sebesar 25 basis poin menjadi 0,5 persen.
"Pasar juga menunggu akan reaksi dari BI, terkait dengan langkah The Fed, serta bagaimana mengantisipasi potensi kenaikan inflasi domestik," kata Rully.
Secara teknikal, Rully memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.297 per dolar AS hingga Rp14.365 per dolar AS.
Pada Selasa (15/3) lalu, rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.327 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.333 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB