Mitra Binaan PT Pertamina ekspor bumbu rendang ke Jerman
Selasa, 25 Januari 2022 16:41 WIB
Pemilik usaha Dapur Mutiara Fibrianti Takarina dengan produknya yang sudah melakukan ekspor ke Jerman. (Antarasumbar/HO)
Padang (ANTARA) - Mitra Binaan PT Pertamina asal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Dapur Mutiara mampu mengekspor bumbu rendang ke Jerman saat pandemi COVID-19 yang mengharuskan pelaku usaha berinovasi untuk menciptakan peluang.
Pemilik Dapur Mutiara, Fibrianti Takarina dalam keterangan tertulis di Padang, Selasa, mengatakan ekspor bumbu rendang ke Jerman ini dilakukan melalui jasa titip dan selanjutnya dijual ke toko Indonesia yang berada di Jerman.
"Jadi sekarang usaha rendang lancar dan kita satu-satunya di Sumbar yang ekspor bumbu rendang ke Jerman karena kita sudah memiliki kontrak eklusif sama Eropa," kata dia.
Dirinya berharap pemasaran produk-produknya semakin maju dan dapat dipasarkan ke berbagai negara.
Menurut dia usaha rendang ini dibantu PT Pertamina sehingga dapat membangun dapur, beli mesin peralatan masak dan mengurus perizinan usaha serta dengan peralatan mesin vakum makanan, produk ini dapat tahan sampai setahun empat bulan.
Saat ini usaha Dapur Mutiara telah menghasilkan berbagai macam variasi produk diantaranya Rendang Daging, Rendang Tuna, Rendang Suwir, Rendang Nangka, Rendang Jengkol, bumbu rendang dan sebagainya.
Ia mengatakan untuk memasarkan produk dibutuhkan strategi pemasaran yang baik dan benar, dengan strategi pemasaran dari mulut ke mulut dan memanfaatkan bisnis daring, kini produk-produknya sudah dipasarkan ke luar kota hingga mancanegara.
"Dengan berjualan daring produk kita sudah sampai ke Papua, Maluku, Kalimantan, dan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Kita juga sudah mengirim bumbu rendang ke Jerman dan sudah lima kali pengiriman," katanya.
Dirinya mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan PT Pertamina terhadap usaha Dapur Mutiara semakin berkembang setelah menjadi mitra binaan.
Ia mengatakan dulunya dirinya dari dunia konstruksi dan saat pandemi usahanya kurang jalan, tak satupun rumah terjual. Lalu dirinya berfikir untuk mencari peluang usaha karena saya punya hobi masak rendang, jadilah usaha Dapur Mutiara.
Menurutnya usaha kuliner inilah yang membantu keuangan rumah tangga disaat pandemi. Diawal memulai bisnis, ia terus belajar dan mengikuti pelatihan agar mengerti caranya berbisnis kuliner termasuk bergabung menjadi mitra binaan PT Pertamina.
Sementara Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan agar tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh, kuat dan mandiri.
"Program Kemitraan ini mendukung UMK bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi," kata dia.
Selain itu program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan delapan poin tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
"Beberapa syarat menjadi program pendanaan UMK adalah usaha tersebut milik warga negara Indonesia, mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan, serta usaha yang belum memiliki akses pinjaman kepada lembaga pendanaan atau perbankan," kata dia.
Pemilik Dapur Mutiara, Fibrianti Takarina dalam keterangan tertulis di Padang, Selasa, mengatakan ekspor bumbu rendang ke Jerman ini dilakukan melalui jasa titip dan selanjutnya dijual ke toko Indonesia yang berada di Jerman.
"Jadi sekarang usaha rendang lancar dan kita satu-satunya di Sumbar yang ekspor bumbu rendang ke Jerman karena kita sudah memiliki kontrak eklusif sama Eropa," kata dia.
Dirinya berharap pemasaran produk-produknya semakin maju dan dapat dipasarkan ke berbagai negara.
Menurut dia usaha rendang ini dibantu PT Pertamina sehingga dapat membangun dapur, beli mesin peralatan masak dan mengurus perizinan usaha serta dengan peralatan mesin vakum makanan, produk ini dapat tahan sampai setahun empat bulan.
Saat ini usaha Dapur Mutiara telah menghasilkan berbagai macam variasi produk diantaranya Rendang Daging, Rendang Tuna, Rendang Suwir, Rendang Nangka, Rendang Jengkol, bumbu rendang dan sebagainya.
Ia mengatakan untuk memasarkan produk dibutuhkan strategi pemasaran yang baik dan benar, dengan strategi pemasaran dari mulut ke mulut dan memanfaatkan bisnis daring, kini produk-produknya sudah dipasarkan ke luar kota hingga mancanegara.
"Dengan berjualan daring produk kita sudah sampai ke Papua, Maluku, Kalimantan, dan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Kita juga sudah mengirim bumbu rendang ke Jerman dan sudah lima kali pengiriman," katanya.
Dirinya mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan PT Pertamina terhadap usaha Dapur Mutiara semakin berkembang setelah menjadi mitra binaan.
Ia mengatakan dulunya dirinya dari dunia konstruksi dan saat pandemi usahanya kurang jalan, tak satupun rumah terjual. Lalu dirinya berfikir untuk mencari peluang usaha karena saya punya hobi masak rendang, jadilah usaha Dapur Mutiara.
Menurutnya usaha kuliner inilah yang membantu keuangan rumah tangga disaat pandemi. Diawal memulai bisnis, ia terus belajar dan mengikuti pelatihan agar mengerti caranya berbisnis kuliner termasuk bergabung menjadi mitra binaan PT Pertamina.
Sementara Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan agar tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh, kuat dan mandiri.
"Program Kemitraan ini mendukung UMK bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi," kata dia.
Selain itu program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan delapan poin tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
"Beberapa syarat menjadi program pendanaan UMK adalah usaha tersebut milik warga negara Indonesia, mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan, serta usaha yang belum memiliki akses pinjaman kepada lembaga pendanaan atau perbankan," kata dia.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB