Wall St menguat
Selasa, 4 Januari 2022 6:52 WIB
Arsip Foto - Pialang bekerja mengenakan masker di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2020). ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.
New York (ANTARA) - Wall Street menguat pada akhir transaksi Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average membukukan rekor penutupan tertinggi di hari perdagangan pertama tahun ini, dibantu oleh kenaikan saham Tesla Inc dan perbankan.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 246,76 poin atau 0,68 persen, menjadi menetap di 36.585,06 poin. Indeks S&P 500 bertambah 30,38 poin atau 0,64 persen, menjadi berakhir di 4.796,56 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 187,83 poin atau 1,20 persen, menjadi ditutup di 15.832,80 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan perawatan kesehatan masing-masing merosot 1,37 persen dan 0,98 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi dan consumer discretionary masing-masing melonjak 3,1 persen dan 2,76 persen, melampaui sektor lainnya.
Apple Inc menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 3 triliun dolar AS tetapi mengakhiri hari sedikit di bawah itu. Sahamnya berakhir terdongkrak 2,5 persen pada 182,01 dolar AS setelah naik setinggi 182,88 dolar AS selama sesi.
Saham Tesla melonjak 13,5 persen setelah pengiriman kuartalan pembuat mobil listrik itu mengalahkan perkiraan analis, mengatasi kekurangan chip global karena meningkatkan produksi di China.
Kedua saham memberikan dorongan terbesar pada S&P 500, tetapi pengamat pasar mengatakan meredanya kekhawatiran investor tentang dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron juga membantu sentimen pasar, bahkan dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19.
"Berita sebenarnya adalah orang-orang merasa putaran terakhir COVID ini sepertinya tidak akan melemahkan ekonomi ketika banyak pembatasan dan penguncian akan diperlukan," kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.
Di antara perkembangan terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengesahkan dosis ketiga vaksin Pfizer Inc dan BioNTech untuk anak-anak berusia 12 tahun hingga 15 tahun.
Ribuan sekolah di AS telah menunda jadwal kembali ke ruang kelas minggu ini setelah liburan atau beralih ke pembelajaran jarak jauh karena varian Omicron mendorong tingkat rekor COVID-19.
Massocca mengatakan kekuatan pasar tidak mengejutkan ketika tahun baru dimulai, mengingat efek Januari, atau kepercayaan oleh beberapa investor bahwa saham akan naik bulan itu lebih dari bulan-bulan lainnya.
"Ini pertanda baik untuk melihat pasar begitu tangguh," katanya.
Semua indeks utama Wall Street mengakhiri tahun 2021 dengan kenaikan bulanan, triwulanan dan tahunan, mencatat kenaikan tiga tahun terbesar sejak 1999.
Sektor energi dan keuangan termasuk di antara yang memperoleh keuntungan tertinggi, dengan saham bank naik bersama dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor bersiap untuk apa yang bisa menjadi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve tahun ini meskipun ada lonjakan baru-baru ini dalam kasus COVID-19.
Saham energi naik karena harga minyak mentah menguat dan prospek permintaan yang optimis.
Saham Wells Fargo terangkat 5,7 persem, juga dibantu oleh peningkatan peringkat sahamnya menjadi "overweight" oleh Barclays.
Indeks acuan S&P 500 naik 27 persen pada tahun 2021 dan melaporkan 70 penutupan rekor tertinggi, yang kedua terbanyak, dalam tahun yang penuh gejolak yang dilanda varian baru COVID-19 dan kekurangan rantai pasokan.
Indeks Dow Jines naik 18,7 persen untuk tahun 2021i dan Komposit Nasdaq yang padat teknologi meningkat 21,4 persen.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,00 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,36 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 246,76 poin atau 0,68 persen, menjadi menetap di 36.585,06 poin. Indeks S&P 500 bertambah 30,38 poin atau 0,64 persen, menjadi berakhir di 4.796,56 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 187,83 poin atau 1,20 persen, menjadi ditutup di 15.832,80 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan perawatan kesehatan masing-masing merosot 1,37 persen dan 0,98 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi dan consumer discretionary masing-masing melonjak 3,1 persen dan 2,76 persen, melampaui sektor lainnya.
Apple Inc menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 3 triliun dolar AS tetapi mengakhiri hari sedikit di bawah itu. Sahamnya berakhir terdongkrak 2,5 persen pada 182,01 dolar AS setelah naik setinggi 182,88 dolar AS selama sesi.
Saham Tesla melonjak 13,5 persen setelah pengiriman kuartalan pembuat mobil listrik itu mengalahkan perkiraan analis, mengatasi kekurangan chip global karena meningkatkan produksi di China.
Kedua saham memberikan dorongan terbesar pada S&P 500, tetapi pengamat pasar mengatakan meredanya kekhawatiran investor tentang dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron juga membantu sentimen pasar, bahkan dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19.
"Berita sebenarnya adalah orang-orang merasa putaran terakhir COVID ini sepertinya tidak akan melemahkan ekonomi ketika banyak pembatasan dan penguncian akan diperlukan," kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.
Di antara perkembangan terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengesahkan dosis ketiga vaksin Pfizer Inc dan BioNTech untuk anak-anak berusia 12 tahun hingga 15 tahun.
Ribuan sekolah di AS telah menunda jadwal kembali ke ruang kelas minggu ini setelah liburan atau beralih ke pembelajaran jarak jauh karena varian Omicron mendorong tingkat rekor COVID-19.
Massocca mengatakan kekuatan pasar tidak mengejutkan ketika tahun baru dimulai, mengingat efek Januari, atau kepercayaan oleh beberapa investor bahwa saham akan naik bulan itu lebih dari bulan-bulan lainnya.
"Ini pertanda baik untuk melihat pasar begitu tangguh," katanya.
Semua indeks utama Wall Street mengakhiri tahun 2021 dengan kenaikan bulanan, triwulanan dan tahunan, mencatat kenaikan tiga tahun terbesar sejak 1999.
Sektor energi dan keuangan termasuk di antara yang memperoleh keuntungan tertinggi, dengan saham bank naik bersama dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor bersiap untuk apa yang bisa menjadi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve tahun ini meskipun ada lonjakan baru-baru ini dalam kasus COVID-19.
Saham energi naik karena harga minyak mentah menguat dan prospek permintaan yang optimis.
Saham Wells Fargo terangkat 5,7 persem, juga dibantu oleh peningkatan peringkat sahamnya menjadi "overweight" oleh Barclays.
Indeks acuan S&P 500 naik 27 persen pada tahun 2021 dan melaporkan 70 penutupan rekor tertinggi, yang kedua terbanyak, dalam tahun yang penuh gejolak yang dilanda varian baru COVID-19 dan kekurangan rantai pasokan.
Indeks Dow Jines naik 18,7 persen untuk tahun 2021i dan Komposit Nasdaq yang padat teknologi meningkat 21,4 persen.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,00 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,36 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB, 2025
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam di tengah imbal hasil obligasi meningkat
02 March 2023 6:58 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Sabtu pagi turun tajam, catat kerugian mingguan terbesar 2023
25 February 2023 7:51 WIB, 2023