OJK terus berupaya tingkatkan kepercayaan pasar modal
Kamis, 30 Desember 2021 20:36 WIB
Menko Airlangga secara resmi menutup perdagangan saham 2021 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis. (ANTARA/HO-BEI)
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal seiring dengan pencapaian penghimpunan dana di pasar modal yang mencapai Rp358,4 triliun dan merupakan tertinggi dalam sejarah.
"Ada Rp300 triliun lebih raising fund di pasar modal, ini dalam sejarah di Indonesia paling tinggi dalam setahun. Ini juga lebih tinggi dari pembiayaan di perbankan, pembiayaan perbankan gak sampai Rp300 triliun tahun ini. Ini sejarah juga di pasar modal lebih tinggi pembiayaannya dari perbankan. Kami OJK masih berkomitmen penuh untuk meningkatkan integritas pasar dengan berbagai kewenangan yang kita lakukan. Kita tingkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal dan juga meningkatkan likuiditas," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat penutupan perdagangan saham 2021 di Jakarta, Kamis.
Penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Desember 2021 tercatat sebesar Rp358,4 triliun, merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan emiten baru tercatat sebanyak 54 emiten. Penghimpunan dana tersebut mayoritas digunakan sebagai modal kerja.
Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia meningkat tajam. Hal tersebut diindikasikan dengan total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 yang meningkat 92,7 persen menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020. Jumlah itu meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan tahun 2017
"Ini blessing juga. Dalam masa pandemi, orang-orang belanjanya berkurang sehingga banyak dimasukkan di pasar modal dan dengan digitalisasi transaksi mendukung itu semua sehingga tadi investor ritelnya masuk 7 juta," ujar Wimboh.
Wimboh menyampaikan selaku otoritas pasar modal, OJK akan terus melakukan berbagai perbaikan seiring dengan tantangan-tantangan ekonomi yang sudah ada di depan mata.
"Ekonomi hijau, perdagangan karbon, kita Indonesia harus menjadi pusat perdagangan karbon dunia dan pasar modal stand ready untuk melaksanakan itu. Kapan dikasih aba-aba untuk lari, kita akan cepat lari untuk itu. Kami akan lakukan action dengan cepat," kata Wimboh.
Selain itu, Wimboh juga menekankan pentingnya literasi dan edukasi keuangan, khususnya terkait investasi di pasar modal. Ia menekankan upaya literasi dan edukasi tersebut tidak bisa dilakukan sendirian oleh OJK, namun diperlukan upaya dari seluruh pemangku kepentingan di pasar modal.
"Di samping itu kita juga akan mendukung momentum Indonesia Presidensi di G20 melalui berbagai upaya pasar modal. Kami bersama SRO akan siap untuk dukung itu dan segera akan kami lakukan," ujar Wimboh.
"Ada Rp300 triliun lebih raising fund di pasar modal, ini dalam sejarah di Indonesia paling tinggi dalam setahun. Ini juga lebih tinggi dari pembiayaan di perbankan, pembiayaan perbankan gak sampai Rp300 triliun tahun ini. Ini sejarah juga di pasar modal lebih tinggi pembiayaannya dari perbankan. Kami OJK masih berkomitmen penuh untuk meningkatkan integritas pasar dengan berbagai kewenangan yang kita lakukan. Kita tingkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal dan juga meningkatkan likuiditas," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat penutupan perdagangan saham 2021 di Jakarta, Kamis.
Penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Desember 2021 tercatat sebesar Rp358,4 triliun, merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan emiten baru tercatat sebanyak 54 emiten. Penghimpunan dana tersebut mayoritas digunakan sebagai modal kerja.
Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia meningkat tajam. Hal tersebut diindikasikan dengan total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 yang meningkat 92,7 persen menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020. Jumlah itu meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan tahun 2017
"Ini blessing juga. Dalam masa pandemi, orang-orang belanjanya berkurang sehingga banyak dimasukkan di pasar modal dan dengan digitalisasi transaksi mendukung itu semua sehingga tadi investor ritelnya masuk 7 juta," ujar Wimboh.
Wimboh menyampaikan selaku otoritas pasar modal, OJK akan terus melakukan berbagai perbaikan seiring dengan tantangan-tantangan ekonomi yang sudah ada di depan mata.
"Ekonomi hijau, perdagangan karbon, kita Indonesia harus menjadi pusat perdagangan karbon dunia dan pasar modal stand ready untuk melaksanakan itu. Kapan dikasih aba-aba untuk lari, kita akan cepat lari untuk itu. Kami akan lakukan action dengan cepat," kata Wimboh.
Selain itu, Wimboh juga menekankan pentingnya literasi dan edukasi keuangan, khususnya terkait investasi di pasar modal. Ia menekankan upaya literasi dan edukasi tersebut tidak bisa dilakukan sendirian oleh OJK, namun diperlukan upaya dari seluruh pemangku kepentingan di pasar modal.
"Di samping itu kita juga akan mendukung momentum Indonesia Presidensi di G20 melalui berbagai upaya pasar modal. Kami bersama SRO akan siap untuk dukung itu dan segera akan kami lakukan," ujar Wimboh.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB