BKP Padang karantina 300 ekor sapi dikirim dari Sulsel di IKH Hewan Pasir Jambak
Kamis, 23 Desember 2021 17:26 WIB
Petugas memberikan makan sapi program subsidi sapi indukan bunting di Instalasi Karantina Hewan, Pasir Jambak Padang. (Antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)
Padang (ANTARA) - Balai Karantina Pertanian (BKP) Padang mengkarantina 300 ekor sapi indukan jenis bali yang dikirim dari Sulawesi Selatan (Sulsel) di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Pasir Jambak Padang guna memastikan hewan tersebut bebas dari penyakit menular dan berbahaya lainnya
"Sapi ini merupakan program subsidi sapi indukan bunting Dinas Peternakan Sumbar, namun sebelum didistribusikan harus dilakukan karantina dan isolasi memastikan bebas penyakit," kata Sub Koordinator Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Padang, drh Harianto di Padang, Kamis.
Menurut dia sapi tersebut dikirim dari Makasar melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan kendati sudah mengantongi sertifikat kesehatan dari daerah asal tetap dilakukan kembali pemeriksaan.
"Karena saat ini Sumbar merupakan daerah yang bebas dari penyakit brucella maka berdasarkan peraturan Menteri Pertanian untuk menjaga sapi yang masuk bebas dari penyakit tersebut harus dilakukan pemeriksaan ulang kembali," kata dia.
Oleh sebab itu dilakukan pengambilan darah untuk dilakukan uji laboratorium terhadap penyakit tersebut.
Ia menjelaskan penyakit brucella menyebabkan sapi menjadi mudah keguguran saat bunting sehingga akan mengganggu proses perbanyakan populasi.
Selain itu juga dilakukan pemeriksaan umum dan jika ada sapi yang terlihat kurang sehat akan dilakukan isolasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Proses karantina dilaksanakan selama kurang lebih tujuh hari dan jika hasil pemeriksaan semuanya baik akan dilakukan pembebasan dengan diterbitkan sertifikat pelepasan yaitu KH 14 sehingga sapi ini dapat diserahkan kepada Dinas Peternakan Sumbar untuk diberikan kepada petani.
"Akan tetapi jika dari hasil pemeriksaan labor ditemukan ada penyakit maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Balai Veteriner Bukittinggi dan dapat dilakukan potong bersyarat," ujarnya.
Sebelumnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar mendatangkan 300 ekor sapi betina melalui program subsidi sapi indukan bunting kepada para peternak di Sumbar.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan program subsidi dilakukan guna mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.
Ia mengatakan program subsidi ini adalah yang pertama kali dilakukan setelah vakum beberapa lama.
Erinaldi menambahkan sapi-sapi tersebut akan diserahkan kepada 150 kelompok tani yang ada di Sumbar yang telah didata sebelumnya.
"Sapi ini merupakan program subsidi sapi indukan bunting Dinas Peternakan Sumbar, namun sebelum didistribusikan harus dilakukan karantina dan isolasi memastikan bebas penyakit," kata Sub Koordinator Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Padang, drh Harianto di Padang, Kamis.
Menurut dia sapi tersebut dikirim dari Makasar melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan kendati sudah mengantongi sertifikat kesehatan dari daerah asal tetap dilakukan kembali pemeriksaan.
"Karena saat ini Sumbar merupakan daerah yang bebas dari penyakit brucella maka berdasarkan peraturan Menteri Pertanian untuk menjaga sapi yang masuk bebas dari penyakit tersebut harus dilakukan pemeriksaan ulang kembali," kata dia.
Oleh sebab itu dilakukan pengambilan darah untuk dilakukan uji laboratorium terhadap penyakit tersebut.
Ia menjelaskan penyakit brucella menyebabkan sapi menjadi mudah keguguran saat bunting sehingga akan mengganggu proses perbanyakan populasi.
Selain itu juga dilakukan pemeriksaan umum dan jika ada sapi yang terlihat kurang sehat akan dilakukan isolasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Proses karantina dilaksanakan selama kurang lebih tujuh hari dan jika hasil pemeriksaan semuanya baik akan dilakukan pembebasan dengan diterbitkan sertifikat pelepasan yaitu KH 14 sehingga sapi ini dapat diserahkan kepada Dinas Peternakan Sumbar untuk diberikan kepada petani.
"Akan tetapi jika dari hasil pemeriksaan labor ditemukan ada penyakit maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Balai Veteriner Bukittinggi dan dapat dilakukan potong bersyarat," ujarnya.
Sebelumnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar mendatangkan 300 ekor sapi betina melalui program subsidi sapi indukan bunting kepada para peternak di Sumbar.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan program subsidi dilakukan guna mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.
Ia mengatakan program subsidi ini adalah yang pertama kali dilakukan setelah vakum beberapa lama.
Erinaldi menambahkan sapi-sapi tersebut akan diserahkan kepada 150 kelompok tani yang ada di Sumbar yang telah didata sebelumnya.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB